Buka Rakerda III MUI Sumut, Gubernur Sebut Umaro Harus Takut kepada Ulama

- Sabtu, 20 Oktober 2018 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102018/9942_Buka-Rakerda-III-MUI-Sumut--Gubernur-Sebut-Umaro-Harus-Takut-kepada-Ulama.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Gubenur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyerukan agar para pemimpin atau umaro punya rasa takut atau menghormati keberadaan ulama sebagai tempat bertanya dan mendapatkan ilmu. Karena peran para ulama, telah membawa manfaat bagi bangsa, khususnya dalam sejarah pendirian bangsa Indonesia.

 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelum membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III Majelis Ulama Indoensia (MUI) Sumut 2018, di Hotel Inna Dharma Deli Medan, Jumat (19/10/2018). Hadir di antaranya Ketua MUI Sumut Abdullah Syah, Ketua Majelis Ulama Thailand (Pattani) Ahmad Kamil Yusof, Ketua MUI Pusat Bidang Hukum dan Perundang-Undangan H Basri Barmanda, MUI kabupaten/kota se-Sumut, MUI Sumsel serta MUI Kepri.

 

"Ulama adalah kiblat untuk ilmu, kalau kita sudah tidak dapat lagi, saya tidak tahu bagaimana nasib Indonesia. Karena peran para ulama telah menjadikan negara ini tetap terjaga," ujar Gubernur.

 

Perlunya peranan ulama, lanjut Edy, terlihat dari keberadaan negara Indonesia serta berbagai organisasi Islam, khususnya yang muncul bahkan sebelum proklamasi kemerdekaan. Namun seiring perkembangannya, telah terjadi penurunan (degradasi) nilai. Sehingga dibutuhkan satu evaluasi dan perbaikan agar kemuliaan yang ada pada penuka Agama Islam tetap terjaga."Inilah mungkin gunanya dilaksanakan Rakerda. Jadi nanti, mungkin perlu juga dilibatkan Umaro (kepala daerah). Bagaimanapun perlu peran ulama, karena orang yang mau besar adalah yang menghargai ilmu. Dan ilmu itu ada di kepalanya ulama," sebutnya.

 

Karena itu pula Gubernur selalu mengadu dan bertanya ke ulama. Kedekatan tersebut diyakininya mampu membangkitkan Sumut menjadi lebih baik dan bermartabat, sebagaimana tema dalam Rakerda III MUI Sumut, 'Mewujudkan Program Kerja Profesional dengan Menjalin Ukuwah menuju Sumut Bermartabat'."Saya mohon semua (hukum) ditegakkan. Begitu juga kami minta, buatlah kami ini sebagai umaro takut kepada ulama," sebutnya.

 

Sementara itu, Ketua MUI Sumut Abdullah Syah menyampaikan bahwa umat Islam merupakan umat terbaik bagi Allah, yang juga diharapkan di dunia dan akhirat. Sedangkan kegiatan tersebut lanjutnya, merupakan upaya untuk mempererat hubungan antara ummat Islam."Mudah-mudahan Majelis Ulama dapat menjalankan tugasnya memayungi umat Islam. Membina umat, membina persatuan dan ukhuwah Islamiyyah serta meningkatkan martabat umat Islam," jelasnya.

 

Selain itu, tugas sebagai ummat terbaik cukup berat. Karena katanya, jika umat Islam baik, maka kondisi negara akan aman. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh MUI kabupaten/kota untuk menjaga fungsi, manfaat serta martabat ummat Islam.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional

Peristiwa

Buka Sosialisasi, Walikota Dukung Hadirnya Aplikasi BKMQU yang Digagas MUI Kota Medan

Peristiwa

Forkopimda Sumut Kompak hadiri Paripurna Mendengarkan Pidato Sambutan Gubernur

Peristiwa

Hadiri Muzakarah Ramadhan, Walikota Binjai: Sambut Ramadhan dengan Iman, Ilmu, dan Amal Terbaik

Peristiwa

Hari Pertama Ngantor, Gubernur Sumut Bobby Nasution Tekankan Tugas Pemerintah Melayani Masyarakat

Peristiwa

Ikuti Retreat Pembekalan Kepala Daerah, Gubernur Sumut Bobby Nasution Pastikan Siap Terima Gemblengan