Sinergi untuk Perubahan, Belawan Bahari Bergerak Menuju Destinasi Wisata Bahari Ramah Anak

Herman - Senin, 15 Oktober 2018 10:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102018/4695_Sinergi-untuk-Perubahan--Belawan-Bahari-Bergerak-Menuju-Destinasi-Wisata-Bahari-Ramah-Anak.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Mengubah image dan suasana Kelurahan Belawan Bahari yang selama ini negatif, pemerintah kelurahan setempat lakukan terobosan melalui kerja sama program dengan multipihak. 

 

Pada sesi Pelatihan Hak Anak dan Pembentukan Komite Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), di aula kelurahan setempat yang difasilitasi FK PUSPA Sumut, 13-14/10/2018, Lurah Belawan Bahari, Sonang Saing tak membantah pandangan negatif tersebut. 

 

“Kelurahan kami disebut sarang copet, begal, kampung narkoba atau persepsi negatif lain. Semua itu menjadi tantangan bagi kami untuk menjadikannya positif, kami terbuka bekerjasama dengan berbagai pihak agar Belawan Bahari kedepan lebih baik,” ujar Sonang Saing didampingi Ponirin, Babinsa di kelurahan tersebut.

 

Menurut Sonang, problematika di masyarakatnya cukup kompleks apalagi sejak pemberlakuan Permen Kelautan dan Perikanan No. 71/Permen-Kp/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan menyebabkan nelayan terbatas dalam melaut, sehingga pendapatan nelayan disebutnya menurun drastis. 

 

“Penurunan pendapatan keluarga mempengaruhi terjadinya KDRT, anak putus sekolah, pekerja anak hingga ada yang stress dan terlibat menggunakan narkoba. Makanya kami terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dan saat ini kami menjalankan program perlindungan anak dengan FK PUSPA Sumut,” jelas Sonang Saing. 

 

Menurutnya, saat ini dengan FK PUSPA pihaknya melakukan pelatihan untuk penguatan PATBM, pelatihan merajut bagi perempuan, pelatihan bahasa Inggris bagi anak-anak untuk menjadikan Belawan Bahari sebagai kampung Inggris, pelatihan karakter anak. 

 

“Harapan kami, melalui wisata bahari ramah anak (WBRA) ada alternatif pendapatan bagi masyarakat terutama jika nelayan tidak dapat melaut. Misalnya kapal nelayan dapat menjadi sarana transportasi mengelilingi pesisir pantai dan pinggiran Sungai Deli menjadi arena kuliner laut seperti kuliner kerang, udang dan kepiting,” ujarnya.

 

Di tempat sama, Ketua FK PUSPA Sumut, Misran Lubis yang memfasilitasi pelatihan PATBM bersama Sulaiman Zuhdi Manik, menyatakan pihaknya telah melakukan asessment Belawan Bahari sebagai destinasi wisata bahari ramah anak. Berbagai pelatihan yang saat ini sedang kami laksanakan, merupakan tahap penguatan sumber daya manusia. Setelah orangnya siap dan komitmen masyarakat terbangun wisata bahari ramah anak akan diluncurkan,” terangnya optimis.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Wapres RI Tinjau Penataan Kawasan Medan Belawan Bahari

Peristiwa

Walikota Pematangsiantar Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Paradep Puspa

Peristiwa

Walikota Medan Tinjau Penataan Kawasan Belawan Bahari

Peristiwa

Walikota Medan Apresiasi Aksi Kolaborasi Bersih-bersih Sungai di Belawan Bahari

Peristiwa

Perempuan Berdaya, Tingkatkan Perekonomian Bangsa

Peristiwa

Menteri Bintang Dukung Pembangunan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA)