USU, PT. NSHE dan Pemkab Tapsel Setujui Percepatan Pembangunan PLTA Batangtoru

- Minggu, 16 September 2018 14:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092018/6231_USU--PT--NSHE-dan-Pemkab-Tapsel-Setujui-Percepatan-Pembangunan-PLTA-Batangtoru-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Universitas Sumatera Utara (USU) bersama PT. North Sumatera Hydro Energy (NSHE) dan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul M Pasaribu SH melakukan penandatanganan MoU terkait percepatan pembangunan PLTA Batangtoru di Biro Rektor USU, Jalan Dr T Mansur, No.9, Kampus USU, Medan, awal pekan kemarin.Dalam kesempatan itu, USU diwakili oleh Rektor Prof Dr Runtung SH MH M Hum, PT NSHE oleh Direktur Sarimuddin Siregar dan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu SH.

 

Dilansir dari laman tapselkab.go.id, Minggu (16/09/2018), Rektor USU mengungkapkan jika penandatangan MoU ini membuktikan bahwa PT. NSHE melibatkan Perguruan Tinggi untuk mensukseskan Pembangunan PLTA sebagai bagian dari energi baru terbarukan atau energi yang ramah lingkungan. 

 

"Sebagaimana dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang antara lain tentang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, maka MoU ini lebih rinci/detail nantinya akan ditindak lanjuti oleh para pihak dengan fakultas terkait, sehingga Hydro Power yang ramah lingkungan ini segera dapat terwujud dan sekaligus diharapkan dapat menjadi penyangga energi listrik di Sumatera Utara serta diharapkan turut meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujar Rektor.

 

Lebih lanjut Rektor mengharapkan dengan PLTA ini kekayaan keanekaragaman Hayati seperti Pongo Tapanuliensis (Orangutan Tapanuli)dan ekosistem Batangtoru semakin terjaga dengan baik."Karenanya saya minta bagi para Dekan yang hadir untuk menindaklanjuti MoU ini dengan PT NSHE maupun pihak lainnya," sambung Rektor.

 

Sementara itu, Bupati Tapsel Syahrul menyebutkan bahwa tujuan dilaksanakannya MoU tersebut agar terbangun sebuah sinergitas percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan dengan didukung kelestarian Lingkungan demi Pembangunan yang berkelanjutan."PLTA Batangtoru yang dibangun oleh PT NSHE yang lokasinya 100 persen berada di Areal Penggunaan Lain (APL) merupakan bahagian dari proyek strategis nasional berkapasitas 510 MW yang nantinya bisa menjawab kebutuhan listrik di sumatera utara utamanya saat beban puncak," katanya. 

 

APL lainnya yang tutupannya masih sangat baik, kata Syahrul, antara lain adalah kawasan objek wisata Air Terjun Silima-lima yang berada di Kecamatan Marancar atau disekitaran Lokasi PLTA dan hal ini juga sebelumnya sudah dipaparkan Bupati ke DAAI TV dan CI Indonesia (Conservation Internasional Indonesia) pada saat kunjungan lapangan ke ekosistem Batangtoru beberapa Waktu. 

 

Dikatakan Syahrul, dilibatkannya USU dalam MoU tersebut karena USU merupakan Universitas terkemuka di Sumatera Utara yang memiliki banyak pakar, peneliti dan pemerhati lingkungan. Untuk itu Syahrul meminta kepada semua pemerhati lingkungan agar mau meluangkan waktunya datang dan melihat secara langsung Pengaruh Pembangunan PLTA ini hubungannya dengan Ekosistem. "Kepada Pihak PT. NSHE, Syahrul kembali meminta dalam membuka Access Road dan Fasilitas lainnya dilokasi proyek supaya seminimal mungkin menebang pohon, walaupun kewajiban PSDH/ DR sudah dipenuhi kepada Penerintah yang semua itu dimaksudkan untuk tetap terjaganya kenyamanan Lingkungan," sambung Syahrul.

 

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM menambahkan, akan mengawal terus percepatan pembangunan PLTA Batangtoru agar lingkungan tetap terjaga, sebab di Marancar sendiri yang merupakan tanah leluhur Gus Irawan ada sebuah kearifan lokal (Local Wisdom) yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik yaitu Hatabosi (Haunatas, Tanjung Rompa, Bonan Dolok Dan Siranap) di mana kearifan lokal tersebut mengandung makna air adalah sumber kehidupan, dan air berasal dari hutan. "Untuk itu warga sampai sekarang masih terus menjaga untuk tidak menebang pohon walaupun di lingkungan APL," terangnya.

 

Sementara dari pihak PT. NSHE, Agus dalam paparannya menjelaskan bahwa PLTA Batangtoru hanya membutuhkan luas genangan 90 ha saja dan dibendung di antara dua tebing yang sempit dan curam yang tingginya dari dasar sungai sekitar 200-300 m, tidak seperti bendungan lainnya di Indonesia seperti Jatiluhur yang membutuhkan luas genangan 8000 Ha untuk menghasilkan daya 150 MW.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Arus Balik Lebaran, Pertamina Sumbagut Bersama Staf Khusus Menteri ESDM Pastikan Kesiapan Layanan Energi

Peristiwa

Pertamina EP Pangkalan Susu Dorong Konservasi Mangrove Lewat Pelatihan Silvofishery

Peristiwa

Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses

Peristiwa

Seminar Nasional “Nvidia Powers the World's Ai & Yours” di Universitas Sumatera Utara

Peristiwa

Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus

Peristiwa

Gubernur Sumut Gandeng USU Wujudkan Kolaborasi Sumut Berkah