Beritasumut.com-Dalam upaya meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Samosir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mengadakan Rapat Koordinasi pengendalian Organisasi Pengganggu Tumbuhan (OPT) Hortikultura Bawang Merah dengan para kelompok petani, di Aula Kantor Dinas Pertanian Parbaba, Kecamatan Pangururan, pertengahan pekan kemarin. Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Juang Sinaga, Kepala Laboratorium Pengamatan Hama dan penyakit( PHP) Dinas Tanakan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Efendi J M Sihombing, Kadis Ketahanan Pangan Walson Sagala, Kadis Pertanian Erkanus Simbolon dan Plt. Kadis Kominfo Rohani Bakkara. Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga menyampaikan pekerjaan bercocok tanam adalah pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan juga jika di lakukan program cocok tanam berkelanjutan. "Oleh sebab itu Pemkab Samosir berharap kepada setiap kelompok tani agar selalu memanfaatkan dan memfungsikan bantuan-bantuan alat pendukung bercocok tanam dari pemerintah dengan baik, hal ini adalah salah satu bentuk dukungan dari Pemerintah kepada seluruh petani agar lebih semangat lagi dalam kegiatan bercocok tanam," ujarnya dilansir dari laman samosirkab.go.id, Minggu (16/09/2018). Pemerintah, kata Juang Sinaga, juga berharap kepada para petani agar bisa mandiri dan lebih berpengalaman dalam melihat situasi bercocok tanam di Kabupaten Samosir ini, hal ini ditujukan supaya para petani tidak merasa ketergantungan kepada pemerintah dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal . Sementara itu, Kadis Pertanian Pemkab Samosir dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali para petani khususnya petani bawang untuk mengantisipasi gangguan pada tanamannya sehingga bisa bertindak dari awal. "Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan teknis mengenai strategi bertani, para petani dapat mencegah hama pengganggu tumbuhan sehingga panen barangnya bisa berhasil dengan baik," pungkasnya.(BS09)