Kasubdit III/Umum Ditreskrimum Poldasu: Pembobol ATM Manfaatkan Kepanikan Nasabah

- Kamis, 13 September 2018 19:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092018/4584_Kasubdit-III-Umum-Ditreskrimum-Poldasu--Pembobol-ATM-Manfaatkan-Kepanikan-Nasabah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut (Poldasu) melalui Kanit I Kompol RA Sitinjak mengungkapkan jika para pelaku kejahatan pembobol ATM ini, umumnya kerap memanfaatkan kepanikan nasabah untuk menguras isi tabungan korbannya."Biasanya pelakunya memanfaatkan kepanikan nasabah, yang kartunya tersangkut di dalam mesin ATM," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (13/09/2018).

 

Lebih jauh Sitinjak menjelaskan, saat nasabah panik karena kartunya tertelan dalam mesin, biasanya pelaku akan berpura-pura untuk menjadi penolong. Modus itu dilakukan pelaku, untuk dapat memperoleh informasi kode pin ATM korban. Seperti yang dilakukan oleh tersangka Dedy Agustriono (37) warga Jalan Karya Bakti I, Kelurahan Sarirejo/Jalan Marindal, Gang Baru, yang ditangkap saat beraksi di ATM Alfamidi Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, pada Kamis (06/09/2018) lalu.

 

"Karenanya jika ada masalah pada mesin ATM agar melaporkan kepada security atau petugas dilokasi. Jangan malah bertanya kepada masyarakat yang ada disekeliling, karena bisa jadi merupakan bagian dari sindikat pembobol ATM," jelasnya.

 

Untuk kasus Dedy, terangnya, dari hasil interogasi yang dilakukan penyidik, tersangka telah 10 kali beraksi membobol ATM nasabah dengan menggunakan sebatang lidi. Dari aksinya, ia paling banyak memperoleh uang sebesar Rp 2,5 juta sejak setahun terakhir."Pelaku belajar dari tutorial youtube dan televisi. Sebelumnya ia juga pernah ditahan di Polsek Sunggal dengan kasus yang sama," terangnya.

 

Sitinjak mengaku, untuk mengembangkan kasus yang dilakukan Dedy, pihaknya juga sudah melakukan penyuratan terhadap manajemen BRI. Hal ini dilakukan, karena saat ditangkap, dari tangan Dedy juga ditemukan 10 unit kartu ATM BRI."Senin depan rencana kita akan minta keterangan terhadap pihak Bank," ungkapnya.

 

Kendati begitu, RA Sitinjak menambahkan, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap modus pelaku pembobol ATM lainnya yang menempelkan nomor telpon dengan berpura-pura sebagai operator Bank. Sebab biasanya, pelaku pembobolnya juga memanfaatkan kepanikan nasabah yang kartunya tersangkut agar menelpon nomor tersebut untuk memperoleh kode pin ATM nya."Kasusnya dulu juga pernah ditemukan di Tebing Tinggi. Biasanya pelaku menggunakan nomor telpon flexy yang memiliki kode 061 atau 021," pungkasnya.(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bank Sumut Rayakan Natal: Semangat Kasih Perkuat Empati Sosial, Etos Kerja, dan Persaudaraan

Peristiwa

BP Tapera Apresiasi Bank Sumut Gencar Sosialisasi Percepatan Penyaluran Rumah Terjangkau

Peristiwa

Syah Afandin: Bank Sumut Mitra Utama Pemerintah Langkat

Peristiwa

Pemko Gunungsitoli dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah

Peristiwa

Tunjukkan Kinerja Positif, Gubsu: Bank Sumut Harus Naik Kelas

Peristiwa

Bank Sumut Raih Penghargaan Keterhunian 100 Persen dari BP Tapera