Sebanyak 103 Jemaah Haji Ditanazulkan Karena Alasan Kesehatan

- Senin, 10 September 2018 23:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092018/8131_Sebanyak-103-Jemaah-Haji-Ditanazulkan-Karena-Alasan-Kesehatan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Lebih dari seratus jemaah diproses lebih cepat kepulangannya melalui mekanisme tanazul pada gelombang pertama kepulangan jemaah haji. Tim Media Center Haji (MCH) Bandara melaporkan, para jemaah yang ditanazulkan tersebut mengidap berbagai penyakit. Menurut Kordinator Tim Mobile Kesehatan Daker Bandara, dr Rachmawanti Agustina, total 103 jemaah dipulangkan lebih cepat melalui Bandara Kibg Abdulaziz, Jeddah. Mereka diberangkatkan sepanjang masa pemulangan gelombang pertama sejak Senin 27 Agustus 2018 hingga Minggu 9 September 2018 kemarin.

 

Dijelaskannya, tiga jemaah sempat ditunda tanazulnya. Kendati demikian, masuk lagi tiga permohonan tanazul baru yang turut berangkat pada pemulangan kloter terakhir, Ahad (09/09) dini hari waktu Arab Saudi. “Kebanyakan yang ditanazulkan memang sudah beresiko tinggi dari Tanah Air dan berusia tua,” kata Rachmawanti dilansir dari Kemenag.go.id, Senin (10/09/2018).

 

Kordinator Tim Mobile Kesehatan Daker Bandara ini menuturkan, para jemaah yang ditanazulkan ada yang mengidap demensia, lainnya menderita penyakit paru kronis serta stroke. Jemaah yang ditanazulkan biasanya mengambil kursi kosong dari kloter tertentu akibat anggota kelompok tersebut ada yang wafat atau masih dirawat di Saudi. Sepanjang pemulangan gelombang pertama, kebanyakan jemaah tanazul bisa duduk dan hanya mengambil masing-masing kursi kosong kloter pemulangan. “Hanya dua jemaah yang harus dibaringkan,” kata Rachmawanti.

 

Sebelum pemulangan, kata dia, jemaah yang ditanazulkan diserahkan ke Tenaga Kesehatan Haji Daerah yang mendampingi masing-masing kloter. Para jemaah tersebut kemudian dijemput keluarga di debarkasi untuk menjalani kontrol kesehatan lanjutan di Tanah Air. Sejauh ini, dua jemaah masih dirawat di RS King Abdullah, Jeddah. Mereka akan terus diawasi perawatannya oleh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk nantinya diputuskan penanganan selanjutnya. Ratusan jemaah lain masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Makkah maupun RS Arab Saudi. Jika memungkinkan, mereka akan dievakuasi ke Madinah melalui pendorongan jamaah fase lanjutan.

 

Tanazul adalah proses percepatan atau penundaan pemulangan jamaah individual. Alasan utamanya biasanya karena jamaah bersangkutan menderita sakit. Para jamaah dipulangkan dengan kloter berbeda pada debarkasi yang sama tempat di mana mereka berangkat. Sebelumnya diberitakan, kloter terakhir pemulangan gelombang pertama berangkat dari Bandara King Abdulaziz Jeddah pada Ahad (09/09) dini hari. “Adapun  secara keseluruhan yg telah diberangkatkan dari airport Jeddah hingga hari ini sebanyak 213 kloter dengan jumlah sebanyak 87.028 orang dengan rincian jemaah haji 85.962 orang dan petugas kloter 1.066 orang,” kata Kasi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan Jemaah Daker Bandara Muhammad Syarif. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah

Peristiwa

Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah

Peristiwa

Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam

Peristiwa

Bank Emas Diluncurkan 26 Februari, Airlangga Sebut Cocok Untuk Nabung Haji

Peristiwa

Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan

Peristiwa

Usai Rapat di KPK, Menag Janji Layanan Haji Lebih Baik