Panitia Penyelenggaraan Haji Indonesia Disambangi Tim Misi Bangladesh

- Sabtu, 08 September 2018 23:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092018/4378_Panitia-Penyelenggaraan-Haji-Indonesia-Disambangi-Tim-Misi-Bangladesh.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia, di Arab Saudi Daerah Kerja Madinah kembali mendapat kunjungan dari tim misi haji Bangladesh di Madinah, Kamis (06/09/2018) waktu Saudi. Sehari sebelumnya, penyelenggara haji India juga melakukan kunjungan serupa ke Daker Madinah.

 

Dilansir dari Kemenag.go.id, Sabtu (08/09/2018), Tim Media Center Haji (MCH) Madinah melaporkan, kedua negara tersebut tertarik bertukar informasi dan mengapresiasi terhadap penyelenggaraan haji Indonesia dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, namun mampu mengatur secara baik dan tertib. Hal ini disebut Perwakilan misi haji Bangladesh, ABN Amin Ullah Nuri. Dia mengatakan pihaknya mengapresiasi dan ingin tahu bagaimana penyelenggaraan haji Indonesia dengan jumlah yang begitu besar, tapi bisa berjalan dengan lancar, mulai dari pendaftaran sampai dengan pelaksanaan di Saudi.

 

"Sebenarnya studi banding seperti ini sangat kita butuhkan dalam rangka menggali juga bagaimana pelayanan jemaah mereka. Sehingga ketika kita menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, maka kita bisa sharing bersama untuk perbaikan ke depan," beber Kadaker Madinah, Mohammad Khanif. Khanif mengatakan, dengan pertemuan kedua negara, baik Indonesia maupun Bangladesh atau negara Asia lainnya, akan banyak tahu apa perbedaan yang paling mendasar antara Indonesia dengan negara lain dalam hal penyelenggaraan haji.

 

Seperti contoh Bangladesh, sistem penyelenggaraan mereka berbeda dengan Indonesia. Kalau Bangladesh lebih banyak haji khususnya (dikelola swasta) ketimbang reguler (pemerintah). Haji khusus mereka mencapai 100 ribu lebih, sementara haji reguler hanya 7.000 jamaah. "Justru kebalikan dari Indonesia, yang lebih banyak mengelola ibadah reguler ketimbang khusus," ucap Khanif.

 

Sedangkan untuk biaya haji reguler atau dikelola pemerintah lebih besar yakni sekira Rp 60 juta, ketimbang swasta di bawah angka itu, tergantung dari masing-masing tipe atau golongannya. "Kenapa tarif haji pemerintah Bangladesh lebih mahal dari swasta, karena pemerintahnya menggunakan hotel di Markaziah, sementara swasta lebih murah karena hotel di luar Markaziah," tuturnya.

 

Berbeda lagi dengan India, dimana sistem penyelenggaraan hajinya lebih unik lagi, yakni melalui sistem undian. Menurut Khanif, India itu sistem pemberangkatan jemaahnya ditentukan melalui sistem undian. Sementara untuk Indonesia sistem pemberangkatan jemaah secara berurutan, yakni disesuaikan dengan nomor antrean awal pendaftaran. "Melihat sistem tersebut dianggap bagus, India tertarik, katanya tahun depan akan mencontoh dan mengubah model pemberangkatan jemaahnya," terang Khanif.

 

Seperti diketahui, petugas haji Bangladesh berjumlah 200 orang termasuk keagamaan dan kesehatan. Berbeda dengan Indonesia yang jauh lebih besar yakni mencapai 4.100 petugas. Terkait Indonesia kerap mendapat kunjungan negara lain, menurut Khanif hampir setiap tahunnya mendapat kunjungan serupa dari negara Asia tersebut dan Malaysia yang paling sering berkunjung. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025

Peristiwa

Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah

Peristiwa

Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah

Peristiwa

Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang

Peristiwa

Indonesia untuk Pertama Kali ke Piala Dunia U-17 Via Kualifikasi

Peristiwa

Hasil Indonesia Vs Yaman: Garuda Muda Menang 4-1, ke Piala Dunia U-17