Beritasumut.com-Di tengah puncaknya musim kemarau, banjir banda malah melanda sebagian besar wilayah di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. 12 Kecamatan terendam banjir hingga menelan korban jiwa pada Kamis (06/09/2018) sekira pukul 20.45 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui siaran persnya pada Sabtu (08/09/2018) menuturkan, 12 kecamatan yang terdampak banjir bandang adalah Bukit Sundi, Nagari Muaro Paneh, Jorong Balai Pinang, Jorong Koto Panjang, Jorong Koto Kaciek, Nagari Kinari. Selanjutnya, kecamatan Jorong Tapi Ayie, Jorong Pamujan, Jorong Bungo Harum, Jorong Glg Tinggi, Nagari Parambahan, dan Jorong Balai. "Banjir bandang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi. Adapun korban jiwa saat ini tercatat 1 orang meninggal dunia, 3 orang di rawat di Puskesmas Muaro paneh. Kecamatan Nagari Muaro Paneh terdiri atas 142 KK, dimana 1.830 Jiwa terdampak. Sementara di Nagari Kinari, terdiri atas 279 KK, dimana 1.407 Jiwa terdampak," jelas Sutopo. Disinggung soal kerugian materil, Sutopo merincikan di Nagari Muaro Paneh 142 unit rumah terdampak, Nagari Kinari 279 unit rumah, 3 unit sekolah, 2 unit masjid, 1 unit asrama rohis, 20 unit kios, 322 Ha Sawah, 3 ton gabah hanyut, 6 unit mobil dan 20 unit motor terendam. "Upaya yang telah dilakukan TRC BPBD Kabupaten Solok bersama PMI, TNI/Polri dan relawan melakukan pendataan dan evakuasi korban. Kondisi mutakhir, banjir mulai surut kemarin, pada Jum’at (07/09/2018) sekitar pukul 04.00 WIB," pungkasnya. (Rel)