Panglima TNI: Operasi Pemeliharaan PBB Langkah Komprehensif Upaya Cegah Konflik

- Jumat, 24 Agustus 2018 23:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082018/4238_Panglima-TNI--Operasi-Pemeliharaan-PBB-Langkah-Komprehensif-Upaya-Cegah-Konflik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Operasi Pemeliharaan Perdamaian PBB diselenggarakan sebagai langkah komprehensif dalam upaya pencegahan konflik dan terjadinya berbagai tindakan pelanggaran terhadap hidup manusia.Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP dalam amanatnya yang dibacakan oleh Inspektur Jenderal (Irjen) TNI M Herindra MA MSc pada upacara pembukaan Indonesia-Thailand Bilateral Staff Exercise Garuda-Araya 2018, bertempat di Auditorium Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul, Bogor, Jumat (24/8/2018).

 

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI mengatakan bahwa sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1947, operasi pemeliharaan perdamaian PBB telah menghadapi berbagai kompleksitas tantangan diantaranya bidang operasi dengan telah bergesernya kerangka operasi pemeliharaan perdamaian PBB dari operasi perdamaian Tradisional menjadi Multidimesional.

 

“Sejalan dengan bergesernya operasi pemeliharaan perdamaian menjadi multidimensional, pelaksanaan tugas di lapangan tidak hanya akan melibatkan personel militer dan polisi, namun juga akan semakin meningkatkan peran komponen misi yang lain seperti para Peacekeeper sipil," ujar Panglima TNI.

 

Panglima TNI juga menuturkan bahwa saat ini operasi pemeliharaan perdamaian PBB telah mengalami transformasi dari misi militer murni menjadi misi dengan nuansa yang lebih kompleks kondisi inilah yang turut menggarisbawahi pentingnya peningkatan kemampuan personel melalui kegiatan pelatihan Garuda-Araya 2018.

 

Selanjutnya Panglima TNI menyampaikan bahwa untuk beradaptasi dengan tantangan yang ada, Indonesia dan Thailand sepakat untuk terus meningkatkan kapasitas personel dalam bidang peacekeeping, sebagai salah satu faktor penentu utama untuk mencapai sasaran dari operasi pemeliharaan PBB.“Latihan ini dapat menjadi wahana untuk mewadahi pertukaran pengalaman dan pembaharuan informasi tentang peacekeeping serta sebagai tempat untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan koordinasi dan kolaborasi para Perwira staf," terangnya.

 

Panglima TNI Hadi juga menambahkan latihan Garuda-Araya 2018 dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para prajurit kedua negara mengenai operasi pemeliharaan perdamaian pada tataran taktis dan operasional.

 

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada PMPP TNI maupun dari The Royal Thai Armed Forces Peacekeeping Center (RTAF PKC), atas terselenggaranya latihan Garuda-Araya 2018 sebagai bentuk kerjasama antara Indonesia dan Thailand.Latihan Garuda Araya 2018 yang akan dilaksanakan tanggal 24-31 Agustus 2018 diikuti 26 personel TNI dipimpin Komandan PMPP TNI, Brigjen TNI Victor H Simatupang MBus dan 23 personel RTAF PKC dipimpin oleh Rear Admiral Nuttapong Ketsumboon.(Rel)

 

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel

Peristiwa

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Peristiwa

Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka

Peristiwa

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD

Peristiwa

Pemko Medan Ikuti Pembukaan Bazar Murah Ramadan Oleh Panglima TNI

Peristiwa

Dorong Semangat Baru di Tubuh TNI, 6 Jabatan Strategis Diserahterimakan