Beritasumut.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, meragukan kemampuan Pemprovsu dalam melaksanakan MTQN ke-27, yang berlangsung 4-13 Oktober 2018 mendatang. Kondisi tersebut, terkait beberapa pejabat yang berkaitan dengan penganggaran tidak berada di Medan. Kepala Biro Umum dan Perlengkapan, Faisal Hasyrimi, sedang mengikuti pendidikan. Sedangkan Kepala Biro Binsos, HM Yusuf bakal berangkat ke tanah suci sebagai anggota Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumatera Utara."Kita tidak menghalangi Faisal Hasyrimi dalam mengejar karirnya sebagai ASN. Tetapi, sesungguhnya ada pekerjaan lebih besar, yang merupakan tanggungjawabnya terkait persiapan MTQN," ujar Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, Muchrid, Kamis (09/08/2018). Faisal, menurut Muchrid, merupakan pejabat yang bertanggungjawab dalam hal pencairan anggaran seluruh pekerjaan persiapan dan pelaksanaan MTQN ke 27. Kalau beliau tidak berada di tempat, tentu akan menghambat proses pencairan anggaran."Siapa yang menandatangani pencairan. Jangan karena mengejar ambisinya, beliau menelantarkan tanggungjawabmya. Ini moment nasional, dimana Sumut merupakan tuan rumah. Lagipula, perjuangan ini cukup panjang, dan menghabiskan anggaran yang tidak sedikit," ujar Muchrid. Muchrid juga mengingatkan, Faisal jangan menimbulkan 'bom waktu' bagi Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru. Persiapan yang tidak maksimal, bakal mencoreng wajah Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. Sedangkan Anggota Fraksi PKS DPRD Sumut Ikrimah Hamidy juga mengatakan, dalam hitungan sekitar 2 minggu pasca jabatan PJ Gubsu selesai, maka gubernur baru harus menghadapi event nasional yakni MTQN. "Sehingga jika pemerintah transisi sekarang ini tidak mempersiapkan dengan maksimal, maka gubernur baru dihadapkan pada situasi yang serba mepet," tegasnya. Dia menilai, Eramas akan kena getah jika persiapan MTQ Nasional ini tidak diseriusi oleh Pemprovsu saat ini."Makanya Sekda bekerja lebih fokus, bekerja lebih didepan karena posisi Sekda tidak berubah. Rapat rapat rutin segera diintensifkan," sarannya. Ikrimah menambahkan, panitia MTQN harus segera melaporkan persiapan ini setelah pelantikan gubernur terpilih."Segera dilaporkan hal ini dan masalah masalah lainnya. Sekda juga harus berkoordinasi dengn pemda yang terlibat seperti Deliserdang, Medan khususnya agar dapat bekerja cepat dan sinergis," pungkasnya.(BS03)