Sumber Api Belum Diketahui, Kebakaran Hutan di Tobasa Ditaksir Sudah Capai 50 Hektare

- Kamis, 26 Juli 2018 18:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072018/9816_Sumber-Api-Belum-Diketahui--Kebakaran-Hutan-di-Tobasa-Ditaksir-Sudah-Capai-50-Hektare-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Sumatera Utara (Sumut) Yuliani Siregar mengungkapkan kebakaran hutan yang terjadi di Dolok Tolong, tepatnya di Desa Sibodiala, Kecamatan Pakpahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) sejak Rabu (25/072018) sekitar pukul 11.00 WIB kemarin belum berhasil dipadamkan.

 

Akibat kebakaran itu, pihaknya mencatat, luas areal hutan yang terbakar ditaksir telah mencapai seluas 50 hektare."Kita belum ada data pasti. Tapi ditaksir luas areal yang terbakar mencapai 40-50 hektare," ujar Yuliani kepada wartawan, Kamis (26/07/2018).

 

Yuliani menegaskan, hingga kini pihaknya terus melakukan upaya pemadaman api. "Saat ini kita sudah berkordinasi dengan kementerian. Rencananya untuk pemadaman akan dilakukan water bom," tegas Yuliani.

 

Cuaca di lokasi kebakaran hutan yang kering serta angin kencang, menyebabkan api dengan cepat menyebar.Hal ini membuat proses pemadaman cukup sulit untuk dilakukan.

 

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa Herbet Pasaribu, upaya pemadaman telah dilakukan oleh tenaga full tim yang terdiri dari Dinas Kehutanan, BPBD, Damkar hingga TNI-Polri. "Di samping itu medannya juga curam. Sehingga pemadaman masih sulit dilakukan," jelasnya.

 

Meski kebakaran hutan sudah cukup luas, namun Herbet mengaku, pihaknya belum mengetahui dari mana sumber api. "Sumber api kita belum tahu. Tapi mudah-mudahan api bisa dengan cepat dipadamkan," terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, berdasarkan pantauan satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog modis LAPAN tanggal 26 Juli 2018 pukul 07.15 WIB  di Indonesia terdapat sebanyak 247 hotspot (titik api) dengan kategori sedang (30-79%) 195 hotspot dan tinggi (>=80%) 52 hotspot.

 

Sutopo memaparkan, untuk katagori sedang terdapat di Papua sebanyak 49 hotspot, Kaltim 8 hotspot, Kalbar 41 hotspot, Kalsel 7 hotspot, Kalteng 13 hotspot, Jabar 3 hotapot, Jatim 20 hotspot, Jateng 6 hotspot, Bali 4 hotspot, NTT 21 hotspot, NTB 13 hotspot, Bangka Belitung 3 hotspot, Sumut 1 hotapot, Sumsel 1 hotspot, dan Riau 5 hotspot.

 

Sedangkan untuk katagori tinggi, masing-masing terdapat di Papua 12 hotspot, Kalbar 12 hotspot, Kalteng 2 hotspot, Jabar 1 hotspot, Jatim 6 hotspot, Jateng 3 hotspot, NTT 8 hotspot, NTB 5 hotspot, Lampung 2 hotspot, serta Maluku Utara 1 hotspot.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Lebih 10 Jam, Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Deli Belum Padam

Peristiwa

Rumah Dua Lantai di Pekan Labuhan Hangus Terbakar

Peristiwa

Dishub Sumut Sebut 29 Kapal Laik Berlayar

Peristiwa

Kebakaran Rumah Dua Lantai di Mabar, Satu Orang Terluka

Peristiwa

Kantor Dinas Pendidikan Sumut Terbakar

Peristiwa

Enam Rumah di Sidorame Timur Hangus Terbakar