Penasehat Militer RI untuk PBB: Pasukan Perdamaian Menjaga Ketertiban Dunia

- Jumat, 20 Juli 2018 01:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072018/8470_Penasehat-Militer-RI-untuk-PBB--Pasukan-Perdamaian-Menjaga-Ketertiban-Dunia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Tujuan pengiriman Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB adalah dalam rangka turut serta melaksanakan, menjaga ketertiban dunia yang adil dan beradab, seperti halnya ke Minusca (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central Africa Republic) di Republik Afrika Tengah, Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) - Lebanon, Monusco (Mission de LOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) - DR Kongo, Unamid (United Nations Mission In Darfur) Sudan dan beberapa negara lainnya yang masih terlibat konflik.

 

Hal tersebut dikatakan Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Brigadir Jenderal TNI  Fulad SSos MSi saat diwawancarai oleh beberapa media setempat.

 

Menurut Brigadir Jenderal TNI Fulad (Alumni Akademi Militer 1990), konflik itu bisa terjadi antar negara maupun internal negara karena perbedaan politik antar partai yang berkuasa dengan pemerintah atau lainnya. “Ini semua membutuhkan proses dialog antara pemerintah, rakyat dan pemimpin agar terjadi kesamaan visi,” ucapnya melalui siaran persnya, Kamis (19/07/2018).

 

“Dengan adanya pasukan perdamaian yang tentunya juga dari Indonesia, mereka membantu untuk melakukan negosiasi atau sebagai penengah, dan kalau sudah tercipta ketertiban maka Perserikatan Bangsa-Bangsa tentunya ingin agar kesejahteraan, kemakmuran dan rasa aman bisa terwujud.  Begitu terjadi aman maka kegiatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat berjalan dengan normal termasuk komunikasi antara rakyat, pemimpin dan pemerintah setempat,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Brigadir Jenderal TNI Fulad menyampaikan bahwa negara-negara yang mengirimkan Tentara dan Polisi yang tergabung dalam Pasukan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) adalah untuk membantu menyelesaikan konflik. Indonesia sampai dengan saat ini telah mengirimkan Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB sejumlah 2.823 prajurit atau nomor 7 (tujuh) terbesar di dunia yang tersebar di  beberapa misi di dunia.

 

Pasukan Garuda TNI yang dikirim ke Misi di DR Kongo, karena Prajurit TNI mempunyai kemampuan untuk melaksanakan pertempuran di hutan walaupun di sana bukan bertempur, tetapi bagaimana kemampuan untuk beradaptasi di medan tropis mengingat Kongo dan Indonesia sama-sama negara yang menganut iklim tropis, sehingga kemampuan bergerak di hutan adalah menjadi suatu prasyarat mutlak prajurit.

 

Di Misi Unifil Lebanon, sampai dengan saat ini Kontingen Indonesia merupakan Kontingen terbesar dan pemerintah Lebanon sangat  mengapresiasi Kontingen  Indonesia karena diterima oleh rakyat Lebanon, komunikasi dan interaksi Prajurit TNI dengan warga setempat  sangat diterima oleh rakyat Lebanon termasuk kontingen Negara lainnya dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

Di sisi lain, Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Brigadir Jenderal TNI Fulad mengharapkan agar Indonesia semakin dikenal di dunia dan pasukan Indonesia semakin disegani dan dikenal dikancah internasional. “Dengan kita mengirimkan pasukan misi PBB, maka otomatis  kontribusi itu akan dilihat,” katanya.

 

“Selaku Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia New York, mimpi besar saya adalah misi 4.000 personel bisa tercapai pada tahun 2019. Dengan kita mengirim pasukan yang besar, akan memberikan peluang yang semakin terbuka bagi prajurit-prajurit TNI untuk berkiprah pada perdamaian internasional,” tutup Brigadir Jenderal TNI Fulad. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Walikota Pematangsiantar Serahkan DHKP dan SPPT PBB-P2 Tahun 2025

Peristiwa

Serahkan SPPT PBB & DHKP 2025 Lebih Awal, Bobby Nasution: Segera Sampaikan kepada Masyarakat

Peristiwa

Yusril Ungkap Peluang MK Batalkan Parliamentary Threshold

Peristiwa

Bapenda Medan Gelar Program Diskon PBB dan BPHTB

Peristiwa

Pj Gubernur Beri Motivasi Warga Sumut yang Dievakuasi dari Lebanon

Peristiwa

Pastikan Pelayanan Prima, Walikota Pematangsiantar Bayar PBB-P2 di MPP