Beritasumut.com-Berangkat dari rasa kebersamaan dan itikad baik dari kaum ibu yang tergabung dari beberapa grup pengajian dan arisan di Kota Medan, maka tercetus sebuah visi untuk membentuk satu perkumpulan pengajian bernama Pengajian Muslimah Sumut (PMS). Dari hasil pertemuan rapat perdana di Istana Koki, Jalan Cik Ditiro Medan, pekan lalu, yang dihadiri beberapa calon pengurus, dilanjutkan rapat kedua di restoran Ayam Kalasan, Jalan Iskandarmuda Medan, maka terbentuklah susunan pengurus inti PMS, yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara, serta para ketua bidang. Hj Fatmawaty terpilih menjadi Ketua PMS Sumut setelah dua kali dilakukan pertemuan.Ia menuturkan, bahwa pengajian ini akan berbeda dengan pengajian yang sudah ada selama ini. "Kita akan buat legalitasnya secara hukum agar ibu-ibu yang hadir dalam perkumpulan ini tidak sekedar datang mendengar ceramah saja kemudian pulang. Setidaknya ada bekal atau pengetahuan yang bisa diterapkan secara rutin menjadi amalan setiap harinya," ujarnya, Kamis (12/7/2018). Ke depan, Fatmawati juga akan membentuk PMS di kabupaten/kota se-Sumatera Utara. "Nanti kita undang para calon pengurus yang sudah kita seleksi dari masing-masing daerah, lalu kita adakan bimbingan teknis, tujuannya agar pengajian ini menjadi pengajian yang benar-benar dicintai jamaahnya dan terkesan profesional, karena nanti akan kita susun banyak program terkait keberadaan muslimah dan segala aktivitasnya di bidang agama," ungkapnya. Sekretaris Pengajian Muslimah Sumut, Hj Fenty Iska menambahkan banyaknya minat para ibu yang ingin bergabung dalam pengajian baru ini, memanggil semangat hati kita untuk secepatnya merealisasikan perkumpulan ini dalam waktu dekat, dengan mengadakan pertemuan perdana sekaligus penyampaian visi dan misi PMS. "Secepatnya akan bentuk susunan pengurus, kemudian kita juga akan buat AD/ARTnya. Lalu untuk legalitas PMS, nanti kita akan audiensi juga ke bapak Gubernur dan ibu sebagai pembina dan penasehat kita. Selain kegiatan tausiyah, perkumpulan kita ini juga akan menyusun program kerja," tuturnya. Kata dia, selain pembentukan DPC-DPC, ia juga akan adakan program pelatihan juga, seperti belajar Al Quran, diklat mengenai politik islam dan perempuan, kemudian mengadakan seminar islam khusus terkait dengan keberadaan dan aktivitas perempuan, khataman Quran dan ibadah fardhu kifayah seperti misalnya memandikan mayit. (BS07)