Beritasumut.com-Kepala Subdirektorat Penyelenggaraan Operasi Laut (Kasubdit Garopsla) Bakamla RI Kolonel Laut (P) Imam Hidayat memantapkan rencana operasi dan latihan bersama dengan Japan Coast Guard (JCG) dengan menggelar paparan di Lounge Room, KN. Tanjung Datu-1101 yang sedang Lego jangkar di perairan Teluk Jakarta. Hadir dalam paparan tersebut Letkol Laut (P) Pantun Ujung MTR (Han), Komandan KN Tanjung Datu-1101 AKBP (Capt) Nyoto Saptono SH MSi (Han) MMar, Perwira Pelaksana (Palaksa) KN. Tanjung Datu Mayor Laut (P) Hadi Syafruddin SE ST serta para Perwira kapal lainnya. Pada kesempatan itu Kasubdit Garopsla memaparkan tentang rencana operasi dan latihan bersama JCG Tsugaru PLH 02, baik dari mulai penyambutan hingga pergerakan dalam manuver lapangan di laut. Operasi bersama Indonesia-Jepang merupakan operasi yang digelar oleh Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Jepang dalam memerangi Narkoba. Bakamla bersama dengan unsur maritim membentuk satgas operasi bersama dengan Coastguard Jepang dalam rangka pencegahan dan penyelundupan narkoba. Kapal narkoba tersebut diperkirakan akan melewati perairan Natuna utara menuju Laut Jawa. Sementara itu, JCG mengaku merasa sangat beruntung dengan latihan bersama yang akan dilaksanakan bersama Bakamla. Pernyataan itu disampaikan Komandan Kapal Tsugaru PLH 02 Capt Suzuki Hirohisa saat melakukan kunjungan kehormatan ke Kantor Pusat Bakamla Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (09/07/2018). Menurutnya, kegiatan pelatihan bersama tersebut menjadi upaya untuk memperdalam hubungan yang telah terjalin di antara kedua negara khususnya antara Bakamla dan Japan Coast Guard. Diinformasikannya pula, bahwa akan diadakan seminar di Sari Pan Pacific yang ditujukan untuk para officer muda sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati 60 tahun kerja sama Indonesia-Jepang. Suzuki juga mengatakan keinginannya untuk berkontribusi terhadap kerja sama yang telah dijalin kedua negara dengan kehadiran JCG ke Indonesia melalui kapal Tsugaru. Menanggapi apa yang telah disampaikan Kapten Kapal Tsugaru, Kepala Bakamla mengatakan bahwa untuk menjaga keamanan laut tidak bisa hanya dilakukan satu instansi atau negara tertentu saja melainkan harus bersinergi pula dengan yang lain. Oleh karena itu, Kepala Bakamla menghimbau kiranya dalam seminar tersebut bisa mengundang perwakilan dari berbagai stakeholder di Indonesia, sehingga semangat kerjasamanya bukan hanya dari Bakamla namun juga dengan stakeholder lainnya.(Rel)