Beritasumut.com-Kondisi lingkungan mangrove di sekitar kawasan Belawan, tepatnya di Paluh Bajang, Paya Pasir, Marelan yang sudah dalam kondisi kritis membuat Yayasan Budaya Hijau Indonesia (YBHI) tergerak untuk kembali melakukan penanaman mangrove.Bekerja sama dengan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), YBHI melakukan penanaman sekitar 2 ribu batang pohon mangrove, Minggu (08/08/2018). Terkait hal tersebut, Ketua Perbanas Thomas C Kusuma mengungkapkan pihaknya memberi apresiasi positif terhadap kegiatan pelestarian lingkungan ini. Meski secara langsung tidak bergerak dalam lingkungan, kata Thomas, namun pihaknya merasa prihatin dengan kondisi hutan mangrove yang sudah dalam kondisi menghawatirkan.Secara umum, lanjutnya, keberadaan mangrove jika dikelola dengan baik mampu meningkatkan perekonomian warga. "Ini merupakan kegiatan CSR Perbanas, kami sangat mendukung acara ini. Apalagi di kawasan ini juga terdapat Museum Kota China sebagai tempat wisata sejarah. Apabila hutan mangrove ini nantinya sudah baik, kedua tempat ini kita harap jadi objek wisata baru di Kota Medan. Yang selanjutnya diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat dengan berjualan," ungkap Thomas saat ditemui beritasumut.com. Lebih jauh Thomas menjelaskan, pihaknya merasa bangga dapat bergabung dalam kegiatan penanaman mangrove.Perbanas juga memberikan bantuan selama 3 bulan dalam penanaman mangrove ini. "Tanaman mangrove ini cukup penting keberadaannya, karena menjadi garda terdepan penyeimbang lingkungan di kawasan pantai," ujar Thomas seraya berharap pemerintah, instansi atau CSR perusahaan lain dapat mengikuti dan bergabung dalam melestarikan lingkungan. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Medan Ir Ahkyar Nasution MSi, Ketua YBHI, Bathara Surya Yusuf, Direktur Program dan Kerja Sama Yayasan Budaya Hijau Indonesia Arman Chandra, Camat Kecamatan Medan Marelan, Lurah Kelurahan Paya Pasir, Tokoh Masyarakat dan Pemuda.(BS02)