Beritasumut.com-Sehari pasca penanaman mangrove di Pantai Atapupu, Desa Silawan, Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Laut (KH) Drs Toni Syaiful, didampingi Kasubbag Humas Mayor Marinir Mardiono, dan sejumlah personel Humas lainnya, Enni Parikawati ST MT, Yuhanes Antara SPd, dan Zephire Auvrey, secara diam-diam dan mendadak mendatangi lokasi tanam untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman mangrove, yang berada di Kecamatan Tasifeto, Atambua, Kabupaten Belu, kemarin. Pasalnya, sebelum dilakukan penanaman yaitu pada saat survey tim Bakamla sudah mendapatkan keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup Belu tentang kemungkinan adanya hewan-hewan seperti babi dan kepiting sebagai hama yang mungkin akan mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut. Dari pengamatan sebelumnya memang terlihat adanya babi-babi yang berlalu lalang di sekitar lokasi tanam. "Pengecekan tersebut untuk memeriksa dan meyakinkan bahwa bibit mangrove yang telah ditanam sehari sebelumnya dalam kondisi aman dan terlindungi," ujar Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Laut (KH) Drs Toni Syaiful, melalui siaran persnya, Jumat (06/07/2018). Dari pengamatan yang dilakukan, sambung Toni, terlihat kondisi tanaman sesuai yang diharapkan, khususnya bibit yang berada di area tengah dalam keadaan aman. "Hal ini disebabkan adanya akar-akar pelindung yang tumbuh di area tanam, sehingga meskipun bibit mangrove terhitung masih pendek dan hanya berdaun empat hingga enam, namun tetap bisa berdiri dengan tegak, terlindungi dari sapuan ombak maupun hama," terangnya. Toni mewakili Bakamla RI berharap, ke depannya bibit-bibit mangrove yang telah ditanam ini dapat tumbuh dengan baik. "Sehingga bisa melindungi bibir pantai dari abrasi atau pengikisan pantai, dan juga memberikan manfaat bagi penduduk sekitar," harapnya. (Rel)