BMKG Prediksi Beberapa Hari Kedepan Gelombang Perairan Sumbagut Tinggi

- Rabu, 04 Juli 2018 19:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072018/2252_BMKG-Prediksi-Beberapa-Hari-Kedepan-Gelombang-Perairan-Sumbagut-Tinggi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, memprediksi, selama beberapa hari kedepan, gelombang perairan di wilayah Sumbagut diprediksi bakal tinggi.

 

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan mengatakan, berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, gelombang perairan bahkan diperkirakan dapat mencapai 2.5 meter. "Data memprediksi hingga Jumat (06/072018) ke depan, ketinggian gelombang peraiaran dapat mencapai 2,5 Meter. Hal itu khususnya terjadi di wilayah perairan utara Sabang," ungkapnya, Rabu (04/07/2018).

 

Edison memaparkan, pada Rabu (04/07/2018), ketinggian gelombang di perairan Selat Malaka bagian utara 0,5-1,5 meter, perairan Lhokseumawe 0,5-0,8, perairan Banda Aceh-Sabang 0,5-2,5, perairan barat Aceh 1,5-2,5, Samudera Hindia barat Aceh 2-2,5, Selat Malaka bagian tengah 0,5-0,8, Perairan Kepulauan Nias-Sibolga 0,5-2, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias 2-2,5, Perairan Riau 0,5-0,8, dan Perairan utara Sabang 1,5-2,5 meter.

 

Berikutnya lanjut Edison, pada Kamis (05/07/2018) ketinggian gelombang di perairan Selat Malaka bagian utara 0,5-2 meter, perairan Lhokseumawe 0,5-0,8, perairan Banda Aceh-Sabang 0,5-2,5, perairan barat Aceh 0,5-2, Samudera Hindia barat Aceh 2-2,5, Selat Malaka bagian tengah 0,5-0,8, Perairan Kepulauan Nias-Sibolga 0,5-1,5, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias 2-2,5, Perairan Riau 0,5-0,8, dan Perairan utara Sabang 2-2,5 meter.

 

Sedangkan, Jumat (06/07/2018) mendatang, ketinggian gelombang di perairan Selat Malaka bagian utara 0,75-2 meter, perairan Lhokseumawe 0,5-0,8, perairan Banda Aceh-Sabang 0,5-2,5, perairan barat Aceh 1,25-2, Samudera Hindia barat Aceh 2-2,5, Selat Malaka bagian tengah 0,5-0,8, Perairan Kepulauan Nias-Sibolga 0,5-2, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias 2,5-3, Perairan Riau 0,5-0,8, dan Perairan utara Sabang 2-2,5 meter.

 

"Karenanya, operator perairan perlu mewaspadai info dari BMKG ini," sebutnya. Edison mengaku bahwa selama ini BMKG juga telah rutin menginformasikan hasil prakiraan cuaca kepada masyarakat yang berkecimpung di dunia pelayaran sebagai bahan acuan dalam beraktivitas. Dia menjelaskan, penerima informasi cuaca maritim dari Stasiun Meteorologi Maritim Belawan BMKG yang berkecimpung di dunia pelayaran diantaranya, UTPK Pelindo Belawan, PPSA Pelindo Belawan, BICT Pelindo Belawan. Sedangkan prakiraan cuaca Pelabuhan Nias ialah, Syahbandar Nias, dan Stamet Gunung Sitoli Nias. 

 

Kemudian prakiraan cuaca wilayah pelayanan, Syahbandar Pelabuhan Belawan, Syahbandar Pelabuhan Aceh, Dishub Aceh, Radio Sar Aceh, Polair Polda Sumut, Polair Belawan, Sisintel AL Belawan, Disnav Sibolga, Radio pantai Sibolga, Wartawan media cetak dan televisi, serta Kapal exprees bahari Aceh. "BMKG sudah melakukan sharing informasi khususnya untuk para operator pelayaran, pelabuhan dan BPBD," pungkasnya. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Oknum Kepling di Medan Polonia Edarkan Ekstasi Ditangkap

Peristiwa

Pertamina Sumbagut Ajak Warga Medan Ramaikan Rekor MURI Memasak Pakai Bright Gas

Peristiwa

Oknum Pengacara Inisial HP Dilaporkan ke Polrestabes Medan Dugaan Kasus Perusakan

Peristiwa

Polisi Amankan Oknum Kepling Wanita di Medan Terjerat Kasus Narkoba

Peristiwa

Ditargetkan Rampung 2029, Jalur Alternatif Medan-Berastagi Disiapkan

Peristiwa

Tanpa PBG, Pembangunan Dua Perumahan Elite di Medan Tembung dan Medan Perjuangan Diduga Melanggar Aturan