Beritasumut.com-bersama dengan Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Robinson Tallu Padang, Kasi Intel Rem 022/PT dan Rekan-rekan Media mengundang Orang Pintar/Datu untuk meminta pertolongan kepada Leluhur demi membantu menemukan korban tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba. Permohonan itu dilakukan agar mayat korban dikembalikan (timbul dari dasar Danau Toba), agar dapat disemayamkan selayaknya oleh keluarga korban. Orang Pintar/Datu yang diundang tersebut ialah Ida Halanita Damanik, yang bekerja dengan mengumandangkan suara Musik Gondang Parmalim, di Danau Toba, pada Sabtu (23/06/2018). Kolonel Arm Khoirul Hadi SE mengungkapkan, sebagian masyarakat di sekitar Danau Toba meyakini tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun ada kaitannya dengan hal mistis yang 'mendiami' Danau Toba. "Selain fenomena Ikan Mas raksasa, disebut-sebut ritual 'Manguras Tao' juga ada hubungannya. Manguras Tao yaitu ritual memberikan persembahan kepada penguasa Danau Toba, yakni Saneang Nagalaut dan pemilik kekuatan lain yang mendiami Danau Toba seperti Partambak Simonang-monang, Partao Nabolak dan Partao Sitio-tio," sebutnya. Ritual ini dilakukan, jelas Khoirul Hadi, untuk mencegah atau mengatasi amukan para penghuni danau yang marah karena perilaku manusia 'mengotori' danau. "Mengotori bukan hanya dalam arti membuang sampah ya. Berperilaku tidak sopan atau berbuat hal-hal tak senonoh di atas Danau Toba juga termasuk mengotori," ungkap Danrem 022/PT. Kegiatan ritual yang dilakukan oleh tokoh adat dan agama di Danau Toba Pelabuhan Tigaras adalah ritual adat Batak Toba yang bertujuan memohon leluhur Danau Toba agar mengembalikan para korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba tepatnya di Tiga Ras, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Pasca 4 hari dari tragedi tersebut, belum ada tanda-tanda ditemukan mayat puluhan korban lainnya. Sementara keluarga para korban selain melalui alat yang diturunkan oleh Basarnas, sangat berharap korban segera ditemukan. (Rel)