Beritasumut.com-Suratman dan Atik, orang tua Bayu Satriawan Wibowo alias Bayu (24), semula tak percaya jika anaknya menjadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun dari keluarga yang melihat melalui facebook (FB). Semula, pihak keluarga sanksi dengan terteranya nama Bayu yang juga mahasiswa Univa semester akhir Fakultas Teknik Sipil ini. Tetapi setelah dilihat alamatnya Delitua Pasar 9, barulah keluarga menghubungi orangtuanya Atik. Mendapat kabar tersebut, Atik seperti tidak percaya anaknya Bayu menjadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Tangisan mulai pecah setelah selesai salat Subuh dan melihat suaminya yang akan berangkat ke Danau Toba memakai jaket anaknya Bayu. Di situlah Atik menangis sejadi-jadinya. Menurut Atik, tidak ada yang aneh pada Bayu yang bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Perkim Pemko Medan saat berada di rumah dan tidak ada tingkah laku yang aneh. "Biasa-biasa saja di rumah," ujar Atik saat ditemui wartawan di kediamannya (rumah nenek Bayu), Jalan Satria, Dusun I, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Rabu (20/062018). Namun keanehan nampak saat hari Idul Fitri pertama di rumah neneknya Jalan Satria Delitua. Korban terlihat sering menyendiri. Bahkan, saat makan di rumah neneknya, Bayu makan sendiri di dapur sedangkan saudaranya berada di depan.Dia juga terlihat mondar-mandir dan ketika ditanya jawabnya cuaca panas jadi gerah. Bahkan Bayu juga sempat cerita sama temannya dia sebentar lagi selesai kuliah dan di wisuda. Setelah itu merencanakan akan menikah dengan pujaan hatinya.Sedangkan di rumah Pandit, korban lain yang merupakan teman Bayu berangkat touring ke Parapat, juga belum ditemukan. Pun begitu tetap dilaksanakan tahlillan di kediamannya.(BS04)