Panglima TNI: Radikalisme Berujung pada Tindakan Terorisme

- Jumat, 08 Juni 2018 05:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062018/1066_Panglima-TNI--Radikalisme-Berujung-pada-Tindakan-Terorisme.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Selaku umat Islam dan bagian dari bangsa yang besar, sebagai warga negara Indonesia harus menyadari adanya radikalisme di sekitar kita. Radikalisme ini berawal dari pemahaman yang salah, yang kemudian berkembang menjadi intoleransi dan berujung pada tindakan terorisme.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP di hadapan sekitar 3.500 Prajurit TNI-Polri, alim ulama dan tokoh masyarakat serta jamaah yang hadir pada acara buka puasa bersama dalam rangka Safari Ramadhan 1439 H/2018 M,  di Skadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis (07/06/2018) malam.

 

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa radikalisme sesungguhnya bisa dicegah bila kita tidak abai pada lingkungan dan radikalisme tidak akan tumbuh bila kita memiliki wawasan yang luas.“Sebagaimana diperintahkan Allah SWT pada ayat yang pertama diturunkan ‘bacalah’, maka umat Islam harus mempelajari Islam secara mendalam dan utuh, menggali ilmu pengetahuan dan menjadi umat yang berwawasan luas,” jelasnya.

 

Panglima TNI mengajak keluarga besar TNI-Polri, alim ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat luas untuk bersatu padu dalam membangun pemahaman agama Islam yang benar, merangkul setiap komponen bangsa dan menitikberatkan tindakan preventif dalam mencegah radikalisme dan terorisme.  “Upaya semua pihak dibutuhkan karena berkaca dari negara-negara yang saat ini hancur akibat konflik, kita tidak menginginkan hal yang sama terjadi pada negeri kita yang indah kaya raya ini,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Babinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) adalah tokoh sentral dalam upaya mendeteksi dan mencegah secara dini bibit-bibit radikalisme. “Babinsa dan Babinkamtibmas harus bersinergi dan bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat lainnya dalam upaya kontra radikalisasi dan deradikalisasi,” katanya.

 

Kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Skadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto disambut langsung oleh Pimpinan Majelis Dzikir Hubbul Wathon Yogyakarta KH Irfa’i Nahrowi dan Pengasuh Pondok Pesantren Sleman KH Azhari Abta.

 

Turut hadir pada acara tersebut, di antaranya Ketum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Drs M Chairul Noor Alamsyah, Aspers Panglima TNI  Marsda TNI Dedy Permadi, Aster  Panglima TNI Mayjen TNI  Kustanto Widiatmoko, Kapuspen TNI Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, Gubernur AAU Marsda TNI Sri Mulyo Handoko, Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, Kasdam IV/Dip Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Tedi Rizalihadi, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI M Zamroni dan Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto.(Rel)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo

Peristiwa

Hadapi Krisis Pangan Global, Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus

Peristiwa

Pengelola Lapak Judi dan Sabung Ayam Teror dan Serang Panti Asuhan YPPK di Desa Helvetia

Peristiwa

Panglima TNI Hadiri Pengarahan Presiden RI Pada Penutupan Retret Kepala Daerah 2025

Peristiwa

Aster Panglima Buka Komsos TNI dengan Komunitas Teritorial, Dorong Optimalisasi Swasembada Pangan Nasional

Peristiwa

Malaysia-Filipina Krisis Pangan, Bapanas Sebut RI Surplus Stok Beras 5 Juta Ton