Soal E-KTP Abal-abal, DPRD Medan Minta Pemerintah Segera Klarifikasi

- Rabu, 30 Mei 2018 19:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052018/6031_Soal-E-KTP-Abal-abal--DPRD-Medan-Minta-Pemerintah-Segera-Klarifikasi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS07
Rajuddin Sagala
Beritasumut.com-Pasca ditemukannya sekarung Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang tercecer di Simpang Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu lalu (26/5/2018) siang, menimbulkan berbagai rumor di kalangan masyarakat. Apalagi wajah-wajah di ktp tersebut diduga merupakan orang asing (bukan warga negara Indonesia) dan ditengarai adanya permainan oknum pihak terkait.

 

Dugaan itu juga diungkapkan Anggota DPRD Medan, Rajuddin Sagala. Menjadi tanda tanya besar, sekarung e-KTP yang diperkirakan jumlahnya mencapai 6 ribu keping itu bisa tercecer? Bahkan KTP tersebut disebutkan rusak atau abal-abal. "Ya diselidiki. Harus diteliti dulu oleh aparat keamanan, diusut kasusnya sampai ke akar-akarnya. Siapa pemainnya?" kata Rajuddin, Rabu (30/05/2018).

 

Menyoal Kemendagri yang memerintahkan agar segera ribuan ktp itu dimusnahkan, politisi PKS ini meminta agar ktp abal-abal tersebut jangan dimusnahkan dulu. "Harus dicari tahu dulu, dimana ditemukan? Siapa pelakunya? Baru dilanjutkan proses hukumnya. Setelah selesai proses hukum, baru barang bukti itu dimusnahkan agar tidak dimanfaatkan atau pun disalahgunakan," ujarnya.

 

Dia juga menduga, kemungkinan hal itu jadi penyebab langkanya blanko sehingga masyarakat kesulitan mendapat ktp elektronik. "Bisa jadi ini juga masalahnya blanko habis. Disdukcapil hanya mencetak sekian ribu, sementara untuk ktp yang abal-abal sudah dicetak puluhan ribu. Akhirnya masyarakat tak bisa buat ktp elektronik karena blanko habis. Mereka terpaksa menggunakan surat keterangan. Bisa jadi ada permainan habisnya blanko ktp. Jadi kemungkinan kuat ada hubungannya, makanya kita minta segera ditelusuri siapa pelakunya, siapa aja pemainnya," sebut ketua Komisi B DPRD Medan ini.

 

Rajuddin mengaku miris dan prihatin atas masalah ini. Sebab masyarakat banyak yang tak mendapatkan KTP, padahal identitas itu sangat penting. Apalagi diduga ktp abal abal tersebut digunakan oleh orang luar. "Miris kali, masyarakat setiap hari ada kepentingannya yang mengharuskan pakai KTP, terutama bagi yang sakit. Mereka kan harus memiliki KTP elektronik untuk mengurus BPJS. Jika itu tak ada, kan sulit. Walaupun bisa menggunakan surat keterangan, tapi kan prosesnya panjang dan memakan waktu lama. Apalagi diduga KTP ini digunakan oleh orang luar. Coba lihat saja wajah di KTP abal-abal itu, wajah asing. Kan menjadi tanda tanya, siapa pemainnya, kok bisa lolos? Berarti ini kan ada pihak-pihak yang sudah kebobolan. Wajahnya orang asing tapi bisa memiliki KTP Indonesia," ujarnya.

 

Menanggapi pertanyaan wartawan yang menduga adanya keterlibatan petinggi negara dan kolaborasi pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik, anggota dewan ini tampaknya enggan berkomentar. Dia hanya meminta agar pemerintah mempertegas dan mengusut masalah ini sampai ke akarnya. "Pemerintah harus segera lakukan klarifikasi, jangan sampai rakyat yang menjadi korban dan orang luar yang memiliki uang bisa dengan begitu mudah memperoleh identitas kependudukan Indonesia," pungkasnya. (BS07)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pidato Perdana pada Rapat Paripurna DPRD, Rico Waas Tekankan Medan untuk Semua

Peristiwa

Pemko Medan dan DPRD Bahas Ranperda Pencabutan Perda Nomor 2 Tahun 2015

Peristiwa

Walikota Medan Ikuti Paripurna Pemandangan Umum Fraksi DPRD Medan tentang Pencabutan Perda Nomor 2 Tahun 2015

Peristiwa

Walikota dan DPRD Kota Medan Setujui Propemperda Tahun 2025

Peristiwa

Bobby Nasution Minta Hasil Reses Anggota DPRD Medan Diberikan Atensi dan Tuangkan Dalam RKPD 2026

Peristiwa

Walikota Medan Apresiasi Raker DPRD Kota Medan yang Hasilkan Program Kerja 2025 untuk Kesejahteraan Masyarakat