Satgas Nusantara Bakamla dan Satgas 115 Paparkan Hasil Operasi Illegal Fishing

- Jumat, 25 Mei 2018 19:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052018/4343_Satgas-Nusantara-Bakamla-dan-Satgas-115-Paparkan-Hasil-Operasi-Illegal-Fishing.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Operasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Nusantara Bakamla dengan Satgas 115 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang digelar selama 22 hari, telah berhasil menangkap dan menggagalkan aktifitas pelaku penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Sulawesi Tenggara. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Operasi Satgas 115, Laksamana Pertama TNI Wahyudi H Dwiyono saat memnyampaikan sambutan dalam kegiatan bertajuk 'Penyuluhan Terpadu Terhadap Pelaku Kegiatan Illegal Fishing' di Aula Mako Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kendari, Jl RE Martadinata No.01, Kelurahan Kasilampe, Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Jum’at (25/05/2016).

 

Dihadapan ratusan nelayan Kendari, Direktur Operasi Satgas 115 mengatakan bahwa telah menghilangkan nelayan asing dari perairan Indonesia. "Saat ini sudah tidak ada lagi nelayan asing yang menangkap ikan di perairan Indonesia khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara," tegas Dirops Satgas 115.

 

Dijelaskannya, Operasi bersama Satgas 115 dengan Satgas Nusantara Bakamla RI, TNI AL, Pol Air dan Kejaksaan telah banyak menangkap para nelayan asing yang beroperasi diperairan Indonesia secara ilegal, dan pelakunya sudah diberi hukuman berat. Dengan demikian menurut Komandan Satgas 115 stok ikan di wilayah perairan Kendari sangat melimpah.

 

KKP dalam hal ini Satgas 115, Anti Destructive Fishing menaruh perhatian khusus terhadap aktifitas penangkapan ikan secara ilegal dengan cara pengeboman dan racun, yang berdampak negatif serta dapat merusak kelestarian lingkungan. Menyikapi hal itu, Dirops Satgas 115 mengajak para nelayan untuk bersama-sama saling menjaga, melestarikan lingkungan di wilayah perairan Sulawesi Tenggara dengan tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan bom, racun maupun cantrang. 

 

Operasi bersama ini dimulai sejak tanggal 2 sampai dengan 24 Mei 2018, melibatkan lintas instansi yaitu Bakamla RI, KKP, TNI AL, Pol Anti Destructive Fishing Air dan Kejaksaan. Tujuan Satgas yaitu melaksanakan operasi di perairan Kendari dan sekitarnya dalam rangka penindakan hukum terhadap pelaku Destructive Fishing yang menangkap ikan dengan cara pengeboman dan pembiusan. Kekuatan unsur operasi didukung Lanal Kendari yang melibatkan satu Patkamla, satu Sea Rider kemudian satu Speed  dari Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) serta satu Perahu. Satgas Anti Destructive Fishing telah berhasil menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa bom ikan yang saat ini diamankan di Mako Lanal Kendari. 

 

Kegiatan Penyuluhan Terpadu Terhadap Pelaku Kegiatan Illegal Fishing di Mako Lanal Kendari dihadiri oleh Dirops Satgas 115 Laksamana Pertama TNI Wahyudi H Dwiyono, Koordinator Jaksa Peneliti Satgas 115 Warsa Susanta SH MH, Koordinator Jaksa Upaya Hukum dan Eksekusi Sukamto SH MH, Staf Khusus Satgas 115 Irjen Pol (Purn) Kamil Razak SH MH, Komandan Lanal Kendari sekaligus Wadan Satgas 115 Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna, Dirops Satgas 115 Kol Laut Firman Nugraha, Kadis Kelautan dan Perikanan Tangkap Provinsi Kendari Kabul Kijo MSi, Kasi Ops Kamla Bakamla RI Mayor Laut (P) Puadi Hasani ST, Paspotmar Lanal Kendari Mayor Laut (PM) Asmad STP, serta para Perwira Lanal dan pejabat daerah terkait dilingkungan Propvinsi Sulawesi Tenggara. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bakamla RI Jemput 3 ABK Yang Ditangkap Malaysia

Peristiwa

Bakamla RI Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Ekor Baby Lobster di Perairan Kepulauan Seribu

Peristiwa

Bakamla RI Respons Cepat Evakuasi Kapal Tugboat TB Magnolia di Perairan Salira

Peristiwa

Kepala Zona Bakamla Tengah Pimpin Panen Jagung di Bali

Peristiwa

Bakamla RI Tangkap Kapal Kayu Bermuatan Rokok Ilegal 200 Ball di Perairan Tembilahan

Peristiwa

Bakamla RI Selamatkan Enam Orang Korban Kapal Tenggelam di Perairan Banten