Beritasumut.com-Mesin pompa air yang berada di Komplek Graha Sumarsono Jalan Pringgan Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang hilang dicuri maling. Kejadian itu diketahui setelah korban, Efi Chandra (37) mendatangi rumahnya yang sudah lama ditinggal. Meskipun begitu, kondisi rumah telah dikunci bahkan digembok. Namun, naas saat dilihatnya mesin pompa air yang berada di ruangan belakang rumah (dapur) bagian bawah semen ternyata sudah tidak ada lagi alias hilang. Mengetahui mesin pompa air hilang, Efi sempat mempertanyakan kepada petugas jaga Komplek. Namun tidak berada di rumahnya yang berada di depan pagar Komplek Graha Sumarsono itu. "Tadi pagi kami tengok mesinnya sudah enggak ada. Padahal kami tarok di bawah semen ditutupi pakai papan di dapur. Pintu depan sama pintu samping rumah kami dikunci dan digembok. Tapi saya tengok gembok sama pintu samping pun dirusaknya. Pipa air kami pun ada yang rusak sampai hilang," ujarnya saat ditemui di Polsek Sunggal, Kamis (24/05/2018). Dia menambahkan dua pekan lalu memang orangtua korban, Usman (62) sempat melihat kondisi rumah dan juga menggunakan mesin pompa air itu. Setelah itu, Usman ke rumah kembali Selasa (22/5/2018), namun tidak menggunakan mesin air pompa. "Dua minggu lalu, ayah saya ke rumah dan menghidupkan mesinnya untuk bersih-bersih rumah. Tapi kemarin, pas ke rumah lagi hanya tengok kondisi rumah tidak ada pakai mesin pompa airnya. Makanya kami enggak tau lagi, kapan hilangnya," ungkapnya. Akibat kejadian ini, Efi mengalami kerugian berkisar Rp 2 jutaan lebih dan akan melaporkan ke Polsek Sunggal. "Yang hilang mesin pompa air sama ada sebagian pipanya juga ada yang rusak, termasuk pintu jerajak besi di samping rumah. Jadi sekitar Rp 2 jutaan lebih kerugiannya. Ini saya mau melaporkannya ke Kantor Polisi," urainya. Diakuinya memang Komplek Graha Sumarsono ini rawan maling. Sebelumnya, pernah juga warga kehilangan dua unit handphone bahkan satu unit sepeda motor dari rumahnya. "Memang sudah lama rawan maling Komplek ini. Kalau ditanya siapa pelakunya, ya gak tau kita. Petugas jaganya mungkin tau, karena setiap keluar masuknya orang ke Komplek itu kan dipantau. Apalagi sekarang sudah ada pintu pagar besi di depan Komplek, seharusnya ini tidak terjadi. Berbeda kalau sebelumnya, memang belum ada pagar besinya. Setelah banyak yang hilang, tahun 2017 kalau gak salah dipasang pagar besinya, itu pun menggalang dana kami sesama warga Komplek, bukan dari Developer perumahan," tegasnya. (BS05)