Beritasumut.com-Kalangan jamaah masjid Al Huda Jalan Seto Lorong Karya Budi, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan mengaku prihatin di kawasan berdirinya masjid masih ada sejumlah warga berternak hewan berkaki empat khususnya babi. Sehingga saat warga melaksanakan ibadah salat khususnya Magrib, Isya dilanjutkan Taraweh dan Subuh, jamaah masjid kerap mencium aroma kotoran ternak babi. Terkait hal ini Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara membidangi Hukum dan Pemerintahan, HM Nezar Djoeli menanggapi keluhan jamaah masjid, mendesak Walikota Medan Dzulmi Eldin segera bertindak dan turun langsung ke lapangan. Sebab Nezar Djoeli merupakan wakil rakyat asal pemilihan Kota Medan ini khawatir jika keluhan jamaah masjid dan Uma di kawasan perbatasan Medan Area dan Medan Kota itu tetap dibiarkan, bakal memicu konflik umat di bulan ramadhan. "Aparat pemko seharusnya cepat merespon dan tegas dalam menjalankan Perda tentang larangan hewan berkaki empat di kawasan pemukiman. Saya khawatir akan memicu keributan apabila pemerintah tidak hadir di tengah tengah persoalan yang terjadi di masyarakat,"katanya sembari mengingatkan masyarakat yang memelihara hewan berkaki empat tersebut segera menghentikan dan membongkar ternaknya, Minggu (20/05/2018). Politisi Partai NasDem ini juga meminta pejabat Pemko Medan baik Walikota Medan atau Wakil Walikota agar hendaknya turun langsung/sidak melihat ke lokasi yang dikeluhkan umat. Bulan suci ramadan ini lanjut Nezar merupakan momentum yang sangat baik bagi pejabat pemerintah mendekat diri langsung dan mendengarkan keluhan warganya. Hal itu bisa dilakukan melalui safari ramadan, dengan ikut serta salat berjamaah bersama umat baik magrib, isya hingga taraweh bahkan subuh. Sehingga Safari Ramadhan itu tidak hanya bersifat seremonial saja. Sebelumnya, jamaah masjid mengaku bernama Aisyah dan Menika mengatakan bahwa disaat cuaca mendung aroma bau busuk dari ternak babi yang letaknya sekitar 100 meter dari masjid dan pemukiman warga semakin menyengat. Sehingga jamaah yang sedang melaksanakan salat banyak yang terganggu akibat aroma tersebut. Senada disampaikan jamaah lainnya bernama Benni dan Dedi, bauk kotoran babi pada bulan suci Ramadan saat ini jelas sangat menggangu kekhusyukan dan ketenteraman umat muslim melaksanakan ibadah puasa dan salat. Untuk itu, jamaah masjid Al Huda maupun warga di kawasan Jalan Seto khususnya Lorong Sipirok dan Karya Budi mendesak Pemkot Medan dibawah kepemimpinan Walikota Dzulmi Eldin agar segera turun tangan. Memerintahkan aparatnya lebih tegas lagi membongkar masih berdirinya kandang ternak babi di pemukiman warga. "Kita berharap paling lama seminggu sebelum salat Idul Fitri tahun ini, tidak ada lagi ternak babi di pemukiman warga sini,"sebut warga. Sekedar informasi, beberapa hari sebelum memasuki awal ramadan, ratusan personel Satpol PP Kota Medan sempat turun dan melihat langsung sejumlah tempat ternak babi tersebut. Tapi petugas terkesan hanya melihatnya saja dan samasekali tidak melakukan pembongkaran kandang babi tersebut. Turunnya personel Satpol PP Pemko Medan tersebut disebut-sebut karena sebelumnya Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution juga turun dan melihat langsung keberadaan ternak babi saat dirinya meresmikan masjid tersebut.(BS03)