Setelah 15 Jam, Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur Terhenti, 21 Korban Meninggal, 38 Luka Parah

- Kamis, 26 April 2018 18:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042018/7310_Setelah-15-Jam--Kebakaran-Sumur-Minyak-di-Aceh-Timur-Terhenti--21-Korban-Meninggal--38-Luka-Parah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil memadamkan api di sumur pengeboran minyak mentah ilegal di Jalan Pendidikan, Dusun Kamar Dingin, Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Panjang Perlak, Kabupaten Aceh Timur yang berlangsung sejak Rabu (25/04/2018) sekitar pukul 02.10 WIB.

 

Api yang menyembur keluar dari tempat pengeboran minyak tersebut berhasil dipadamkan petugas pada Kamis (26/04/2018) sekitar pukul 05.00 WIB, atau berlangsung sekitar 15 jam."Api sudah dipadamkan. Namun gas, campuran air dan minyak masih terus keluar," ungkap 

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sutopo menyebutkan, dari data terupdate saat ini, sebanyak 21 orang sudah meninggal dunia, 38 orang luka, serta 5 rumah hangus terbakar."Sedangkan untuk pengungsi jumlahnya ada 55 KK atau 198 jiwa," jelasnya.

 

Sutopo sebelumnya mengungkapkan, karena kebakaran sumur minyak tersebut, warga yang berdomisili di sekitar lokasi kebakaran mengalami kepanikan karena kebakaran berada di sekitar pemukiman mereka.

 

Sehingga petugas Damkar Aceh Timur berusaha mengantisipasi agar kebakaran tidak berimbas ke rumah-rumah masyarakat dengan menyiramkan air dan bahan pemadam lainnya di lokasi."Penyebab kebakaran, hingga kini masih belum dapat dipastikan. Namun pasca pemadaman, petugas damkar, BPBD, TNI, dan Polro saat ini masih siaga di lokasi kejadian. Sedangkan pemerintah Aceh memberikan bantuan kepada korban berupa peralatan dapur, perlengkapan makan, paket kesehatan keluarga, tikar, selimut, terpal, kidswear dan paket sandang," paparnya.

 

Adapun 21 korban meninggal, papar Sutopo, masing-masing bernama, Wahyuni (38), warga Gampong  Bhom Lama, Mak Wen (60), Bhom Lama, Dedi Saputra (25), warga Bhom Lama, Muhammad Rafi (38), Alue Dia, Ridansyah (25), Warga Alue Dua, Sidaryono (25th), warga gampong Alue Batee, Siti Rahya (31) Pasi putih, Siti Habsah (61) Pasie Putih, Munazar (30), Pasie Putih, M. Fairuz (23), Pasie putih, Rizki Ardiansyah, Pasie Putih, Afrizal (35), Punti Payong, Imawan (45), Bhom lama, Muklis Rusli (42), Alue Beu, Zainal Abidin (36), Pasie Putih, Ishaq Ab (45), Pasie Putih, M. Faisal Rizal (29), warga Kec. Peudawa, Ayi (23), Pasie Putih, Al Husairi (21), Ranto Peureulak, Riskal (35) dan Adnan Saputra (30), warga Kec. Mutiara, Pidie.

 

Sementara untuk 38 korban luka berat harus mendapatkan penanganan yang intensif di sejumlah rumah sakit. Di RS Graha Bunda-Idi Rayeuk terdapat 5 korban, masing-masing Julianta Putra (27) warga Gp. Tanah Anoe-Idi Rayeuk, M. Nur (42), warga Kec. peureulak barat, Yusri (36), warga Kec. Pantee Bidari, Puta Maulana (28), Kec Ranto Peureulak dan Junaidi (33), warga Kec. Peureulak Barat.

 

Lalu di RS Zubir Mahmud-Idi Rayeuk, ada 16 pasien, masing-masing, Effendi hamid (50), warga Kec Ranto Peureulak, Irnawan (34), warga Kec. Ranto Peureulak, Agussalim (26), warga Kec. ranto Peureulak, Burhanuddin (38) warga Kec. Ranto Peureulak, Suheri (31) Kec. Ranto Peureulak, Sapriyadi (25) Kec. Peureulak Barat, Haikal Fikri (15), Kec. Peureulak Barat, Jumadi Amin (40) Kec. Peureulak barat, Junaidi (31), Kec. Peureulak barat, Saudah (50), Kec. Ranto Peureulak, Halimah (70), Kec. Ranto Peureulak, Murniyati (37), Kec. Ranto Peureulak, Fatahillah (12), Kec. Ranto Peureulak, Rifki Mauliansyah (23), Kec. Ranto Peureulak, Muklis Rusli (42), Kec. Peureulak barat dan Agus Faizir (35) warga Kec. Ranto Peureulak.

 

Di RS Sultan Abdul Aziz-Peureulak ada 17 korban yang dirawat, masing-masing, Akbar (18), warga Gp. Bhom Lama, M. Ridwan (21), warga Gp. Pasi Putih, Zainuddin (38), warga Gp. Leuge, Muksal Mina (24), warga Gp. Alue Rambong, Mahyuddin (18), warga Gp. Pasi Putih, M. Yusuf (40), warga Gp. Pasi Putih, Hafifuddin (36), warga Gp. Bhom Lama, Saiful (28), warga Gp. Awe Udep, M. Husin (35), warga Gp. Lubuk Pempeng, Sari Yulis (25), warga Gp. Tempen, Muhammad Yani, warga Pasi Putih, Radiati (25), warga Gp. Pasi Putih 13. M. faisal (18), warga Gp. Bhom Lama, Heri Herliza (19), warga Gp. Tanjung Tani, Umar hamzah (45), warga Gp. Beusa Beuranoe, M. Razi, warha gp. Alue Dua dan Muklis (46), warga Gp. Alue Dua.

 

Begitupun, 5 unit rumah yang terbakar, masing-masing atas nama Siti Hafisah, (75) Alamat Dusun Bakti, Desa Pasi Puteh, Zainabah (85) Dusun Bakti, Gampong Pasi Puteh, Ridwan Hutabarat (40) Dusun Bakti, Gampong Pasi Puteh, Maryani (60) Dusun Bakti, Gampong Pasi Puteh, serta Muhamad Yanis (45) Dusun Bakti, Gampong Pasi Puteh.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar

Peristiwa

Hadapi Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tingkatkan Kompetensi Operator SPBU di Aceh

Peristiwa

Ramadan dan Idulfitri, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut-Pemkot Banda Aceh Lakukan Pengawasan Takaran BBM dan LPG

Peristiwa

Lebih 10 Jam, Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Deli Belum Padam

Peristiwa

Pengurus KADIN Medan Salurkan Bantuan Sosial ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang

Peristiwa

Pantai Barat Simeulue Aceh Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 6,2