Beritasumut.com-Pimpinan tim pemeriksa dari BPK untuk Laporan Keuangan Pemkab Pakpak Bharat tahun 2017, Marius Rumapea mengapresiasi beberapa hal yang telah dilakukan Pemkab Pakpak Bharat dalam penggunaan anggaran dan perbaikan kinerja laporan keuangannya, termasuk kerjasama yang baik dalam melengkapi data yang dibutuhkan. Hal itu diungkapkannya saat mengikuti kegiatan Exit Meeting BPK RI Perwakilan Sumatera Utara di Ruang Rapat Nusantara, Gedung Sigellem Rempu, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, akhir pekan kemarin. Selain itu, Marius juga memberikan sedikit catatan dan rekomendasi terkait beberapa hal yang menyangkut persoalan administrasi dan prosedur dalam pelaporan keuangan, seperti pendapatan, aset, standard operating procedure (SOP), persediaan, retribusi, regulasi yang mengatur, DD dan ADD, SPJ, serta model rekening. “Apa yang disampaikan itu untuk pembelajaran sehingga ke depannya akan lebih baik lagi," ujar Rumapea dilansir dari laman pakpakbharatkab.go.id, Minggu (22/04/2018). Menanggapi hal tersebut, Sekda Pakpak Bharat Sahat Banurea SSos MSi meminta pembenahan lebih serius lagi kepada jajaran Pemkab Pakpak Bharat, termasuk urusan pengendalian dan ada agenda pengawasan rutin dari pihak-pihak terkait. “Artinya jika ada masalah akan cepat diatasi dengan adanya pengawasan dan pengendalian ini," ungkap Sekda seraya berharap hal ini ditangkap sebagai peluang untuk membenahi semua dengan lebih proaktif. Tak lupa Sekda atas nama seluruh jajaran menyatakan rasa senangnya dengan gaya tim pemeriksa BPK kali ini yang tidak kaku dan banyak memberi masukan yang berarti. “Kami merasa enjoy dengan pemeriksaan ini dan semoga pada pemeriksaan di tahun-tahun mendatang akan mendapati gaya pemeriksaan yang sama atau bahkan lebih baik lagi,” pungkasnya.(BS02)