Beritasumut.com-Tempat penyimpanan (gudang) ban bekas yang merupakan tanah kosong di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun ludes terbakar, Kamis (19/04/2018) siang sekitar pukul 14.40 WIB. Pantauan wartawan, demi memadamkan api, sekitar 6 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) diturunkan. Sedangkan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.45 WIB. Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, api bermula dari adanya seseorang yang membakar sampah di dalam tempat penyimpanan ban bekas tersebut. Selanjutnya api pun marak dan membakar seluruh tumpukan ban bekas yang ada disitu. "Dengarnya gitu katanya ada yang bakar. Tapi nggak tahu apa yang dibakar, entah sampah atau bukan," ungkap Apo (40), warga yang tinggal di sebelah lokasi kebakaran. Apo menjelaskan, saat kejadian, dia sedang berada di dalam rumah bersama keluarganya. Namun dari luar dia mendengar warga yang teriak kebakaran, sehingga ia bergegas keluar untuk menyelamatkan diri. "Saat itu saya lagi di dalam rumah. Lalu ada yang teriak, makanya saya dan keluarga langsung keluar," jelasnya. Saat ditanya, Lurah Sei Mati, Irvan Jamal yang ditemui di lokasi kebakaran mengatakan jika sebelum peristiwa kebakaran itu memang diketahui ada warga yang telah membakar sampah. Namun dia mengaku tidak mengetahui siapa persis warga yang melakukannya. "Informasi yang kita dapat di lapangan, kebakaran ini akibat bakar sampah yang dilakukan warga," tuturnya. Begitupun, Irvan menyebutkan, tidak mengetahui siapa dari pemilik tumpukan ban bekas yang disimpan di lahan kosong bekas rumah yang terbakar tersebut. Sebab kata dia, sang pemilik, bukan merupakan warga setempat. "Kita nggak tahu. Soalnya, pemiliknya adalah orang luar, bukan warga kita," tegasnya. Sementara itu, Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani yang dikonfirmasi mengaku jika pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran. Selain itu Revi juga mengatakan, bahwa pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa itu. "Penyebab kebakaran itu masih diselidiki labfor. Apakah betul karena bakar sampah atau bukan," tandasnya. (BS04)