Beritasumut.com-Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Provinsi Aceh, diguncang gempabumi tektonik, Kamis (12/04/2018) sekitar pukul 00.37.02 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempabumi tersebut berkekuatan M 5,0 SR, yang terjadi di koordinat episenter pada 3,7 LU dan 95,59 BT (parameter update), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah barat daya Kota Suakseumaseh, Kabupaten Aceh Barat, pada kedalaman 51 km. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi mengatakan, dampak gempabumi yang didasarkan kepada model peta tingkat guncangan (Shakemap) menunjukkan bahwa terjadi guncangan antara lain di wilayah Suakseumaseh pada skala II SIG-BMKG atau III MMI, Meulaboh dan Banda Aceh pada skala I SIG-BMKG atau II MMI. Berdasarkan laporan masyarakat gempabumi ini dirasakan di Calang II SIG-BMKG (III MMI), Meulaboh dan Banda Aceh I SIG-BMKG (II MMI). "Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," jelasnya. Riyadi mengatakan, hingga pukul 01.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Karenanya ia menuturkan, kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Untuk masyarakat, khususnya Aceh Barat dihimbau supaya tetap tenang dan tindak terpengaruh oleh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," pungkasnya.(BS06)