Pasca Penembakan Oleh Wakapolres Lombok Tengah, Keluarga Tinggalkan Rumah

Herman - Minggu, 08 April 2018 22:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042018/659_Pasca-Penembakan-Oleh-Wakapolres-Lombok-Tengah--Keluarga-Tinggalkan-Rumah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Rumah yang selama ini didiami keluarga Kompol Fahrizal, Wakapolres Lombok Tengah yang menembak mati adik iparnya terlihat sunyi. 

 

Menurut keterangan warga sekitar, Ibunda Kompol Fahrizal, yang akrab disapa wak Kartini, yang selama ini tinggal di rumah yang berada di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan tersebut sudah "diungsikan".

 

"Sudah diungsikan keluarganya saat membawa mayat korban ke Asahan. Sampai sekarang rumahnya masih kosong," ungkap salah seorang warga berinisial S, Minggu (08/04/2018).

 

Selain itu, ia juga mengaku tak mengetahui penyebab pasti kenapa Kompol Fahrizal sampai tega menghabisi Adik iparnya dengan senjata api revolvernya. Sebab, katanya, pelaku dikenal baik dan berasal dari kalangan yang baik-baik pula.

 

"Dia (Fahrizal) itu yang saya kenal orangnya baik. Keluarganya juga baik, tidak pernah selama ini ada keributan," sebutnya.

 

Disinggung apakah Kompol Fahrizal memiliki riwayat gangguan kejiwaan, dia mengaku tidak tahu. "Kalau itu saya tidak tau. Tapi selama ini bagus-bagus aja kok. Saya kenal dia dari sejak tahun 80-an," ujarnya.

 

Begitupun mengenai dugaan penyebab lain, seperti harta warisan maupun hutang piutang, dia juga tak mengetahuinya. Bahkan seperti keterangan kepolisian, jika Kompol Fahrizal melakukan penembakan tersebut karena mendapat bisikan, dia enggan untuk terbuka.

 

"Yang jelas keluarganya orang baik-baik semua, enggak pernah ada ribut-ribut. Begitu juga korban (Jumingan), walau masih baru disini tapi orangnya juga baik," pungkasnya.

 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyebutkan, dari hasil penyidikan yang dilakukan, jika penembakan yang dilakukan mantan Kasat Reskrim Polresta Medan itu, setelah ia mendapatkan bisikan ketelinga sebelah kanannya.

 

"Tersangka melakukan penembakan setelah ada bisikan. Bisikan itu kepadanya mengatakan, ini jahat tembak saja," ungkap Rina, Sabtu (07/04/2018).

 

Karenanya sambung Rina, untuk mengetahui kondisi kejiwaan Fahrizal, maka Poldasu juga telah melakukan  pemeriksaan/test kejiwaan MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) terhadap Kompol Fahrizal di ruangan Reskrimum Polda oleh dokter ahli jiwa. Dan akan dilanjutkan test pemeriksaan Kejiwaan lanjutan terhadap Kompol Fahrizal dan keluarga  oleh dokter ahli jiwa dari Pusdokkes Mabes Polri.(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pelaku Pembunuhan Adik Ipar, Kompol Fahrizal Bakal Disidang Internal Kepolisian

Peristiwa

Mengerikan, Inilah yang Dilakukan Kompol Fahrizal Selama Jalani Penahanan di Poldasu

Peristiwa

Rumah Orangtua Kompol Fahrizal Dikosongkan, Tetangga Sebut Sosoknya Kerap Mengamuk

Peristiwa

Mardiaz Kusin Dwihananto: Sosok Kompol Fahrizal Dikenal Baik dan Pekerja Keras

Peristiwa

Observasi Kejiwaan Kompol Fahrizal di RSJ M Ildrem Bisa Jadi Kurang dari 2 Minggu

Peristiwa

Bunuh Adik Ipar, Kompol Fahrizal Akan Dirawat di RSJ Selama 2 Minggu