Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Medan saat ini tengah mempersiapkan moda transportasi umum untuk masyarakat yakni BRT (Bus Rapid Trans) dan Light Rapid Trans (LRT).Pembangunan moda transportasi itu nantinya tidak akan membebankan APBD (Anggran Pendapatan Belanja Daerah) Kota Medan karena pembangunan digunakan dengan metode sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution mengungkapkan untuk tahap awal rute LRT yang akan dilaunching adalah Laucih-Aksara. Sedangkan BRT dengan rute Pinang Baris Baris-Amplas."Tarif Rp 10 ribu dari satu titik ke titik paling jauh," ujar Akhyar. Dijelaskannya, rute yang dilalui LRT dan BRT akan terintegrasi dengan Lapangan Merdeka/Stasiun Kereta Api. Oleh karena itu, Akhyar berharap masyarakat nantinya bisa beralih menggunakan moda transportasi umum. Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Medan, Wirya Al Rahman mengatakan proyek LRT dan BRT di Kota Medan dibangun dengan pembiayaan di mana sebagian besar menggunakan dana dari pemerintah dan pihaknya berupaya seminim mungkin mengeluarkan anggaran. Proyek pembangunan LRT dan BRT di Kota Medan, jelas Wirya, merupakan proyek KPBU pertama di Indonesia. Sedangkan di Kota Palembang dan DKI Jakarta kata Wirya, pembiayaannya menggunakan dana dari APBN. “Selain proyek LRT dan BRT, pengembangan RSUD Dr Pirngadi juga kita lakukan dengan sistem KPBU,” terangnya. Wirya menambahkan, setiap koridor yang akan digunakan para penumpang untuk mengunggu LRT maupun BRT akan dilengkapi fasilitas tempat duduk yang baik serta tempat menjual makanan dan minuman ringan.“Sudah itu kita upayakan waktu tunggunya hanya 5 menit sehingga warga tidak perlu lama menunggu,” pungkasnya.(BS07)