Beritasumut.com-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) UPT Medan melaksanakan upacara peringatan Hari Meteorologi Dunia ke-68, di Kantor Balai Besar Wilayah I Medan, Jumat (23/03/2018) Dalam sambutan tertulis Kepala BMKG yang dibacakan Kepala Balai Besar Wilayah I Edison Kurniawan, disampaikan, Indonesia sangat rentan terhadap berbagai bahaya seperti badai siklon tropis, hujan lebat, gelombang panas dan kekeringan. "Perubahan iklim jangka panjang dapat meningkatkan intensitas dan frekuensi kejadian cuaca dan iklim ekstrim. Oleh karenanya peran BMKG selaku institusi Pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh pemangku kepentingan, stakeholder dan masyarakat luas. Menyikapi hal tersebut tahun ini, BMKG mengambil tema nasional "Waspada Cuaca, Peduli Iklim untuk Masyarakat Aman dan Sejahtera," ujar Edison Kurniawan, saat upacara tersebut. Dikatakannya, layanan informasi mulai dari prakiraan cuaca harian hingga prediksi iklim jangka panjang diharapkan mampu membantu masyarakat menyadari pentingnya informasi cuaca dan iklim. "Karenanya, BMKG harus mampu bertransformasi dengan cepat menghadapi era disrupsi (perubahan yang fundamental). Salah satu prioritas utama WMO dan layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional adalah melindungi kehidupan, mata pencaharian dan properti dari resiko yang terkait cuaca dan iklim," lanjutnya. Namun, sebutnya, kondisi ini harus dimanfaatkan dengan mengubah tantangan menjadi peluang. Untuk itu diperlukan keberanian untuk berubah dan berinovasi, melakukan lompatan teknologi melalui berbagai kreativitas dan kerjasama. Usai upacara memperingati Hari Meteorologi Dunia dilanjutkan kegiatan Rapat Anggota Tahunan Koperasi KPN Mega dan Donor Darah bekerjasama dengan PMI Kota Medan.(rel)