Beritasumut.com-Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Dr KH Saidurrahman MAg meminta kepada pengurus wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumut dapat menjadi penengah dari segala perbedaan kelompok dan faham di tengah masyarakat sesuai dengan visi dan misi NU yang lebih mengutamakan kepentingan negara daripada lainnya. "Sesuai dengan visi dan misi Nahdlatul Ulama NKRI itu harga mati. Untuk itu ISNU sebagai Badan Otonom cendikiawan NU harus bisa menjadi penengah berbagai kelompok, faham di tengah masyarakat. Dengan begitu, persaudaraan dan keragaman dinmasyarakat tetap terjaga," kata Rektor UINSU, Prof Dr KH Saidurrahman MAg kepada pengurus wilayah ISNU Sumut dalam audiensi Ikatan Sarjana NU, di Kantor UIN SU Medan, Selasa (20/3/2018) Saidurrahman berharap agar ISNU bisa membuat program yang lebih mengedepankan bagaimana membangun keragaman keberagaman. Dengan demikian bagaimana kondisi panasnya Ibukota DKI Jakarta tercipta di Sumut. Selain bicara membanguan keragaman keberagaman, Saidurrahman yang barus menyelesaikan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) 16-18 Maret 2018 kemarin menyampaikan kekagumannya dengan lagu yang diciptakan KH Wahab Chasbullah yakni Yalal Wathan. Menurut Rektor termuda di lingkungan UIN se-Indonesia ini, lagu Yalal Wathan yang diciptakan salah satu pendiri Nahdltul Ulama KH Wahab Chasbullah sebelum Indonesia merdeka tidak lagi hanya milik NU tapi Republik Indonesia. Pasalnya, lagu Yalal Wathan tersebut, jelas Saidurrahman tidak menceritakan NU tapi bagaimana mengajak umat untuk mencintai negeri ini. Yalal Wathan, kata mantan Dekan Fakultas Syariah ini, mengajak umat untuk memperjuangkan bangsa ini dan melawan berbagai bentuk penjajahan."Makanya sangat wajar lagu Yalal Wathan menjadi lagu kebangsaan RI. ISNU selayaknya memperjuangkannya," ucapnya. Sekretaris PW ISNU Sumut H Fadli Yasir dalam silaturrahim tersebut menyampaikan tentang rencana konfrensi Ikatan Sarjana NU pada 6-8 April 2018 mendatang di Medan. Fadli Yasir menjelaskan di sela-sela konfrensi wilayah ISNU tersebut diisi dengan Dialog Kebudayaan : Identitas Politik Radikalisme dan Pilgubsu yang salahsatu narasumbernya dimintakan kesediaan Rektor UINSU Prof Dr KH Saidurrahman MAg, Kapoldasu dan Pangdam I/BB. Sebagai keluarga besar NU pada kesempatan yang sama, Rektor UINSU Prof Dr KH Saidurrahman MAg menyampaikan kesediaannya menjadi narasumber dalam dialog kebudayaan tersebut. (BS07)