Beritasumut.com-Perusahaan transportasi online berbasis aplikasi terus melakukan rekrutmen mitra pengemudi. Alhasil, jumlah driver yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan. Oleh karenanya, perusahaan transportasi online diminta untuk menghentikan rekrutmen mitra pengemudi. Hal ini disampaikan puluhan driver ojek online yang tergabung dalam Forum Solidaritas Driver Online Roda 2-Medan Sekitarnya (FoSdor2-MS) saat bertemu Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung, Selasa (20/3/2018). "Pihak aplikator belum memperhatikan dengan penuh kesejahteraan para mitranya," kata perwakilan driver ojek online, Pitoyo saat membuka pembicaraan. Pitoyo berharap agar pihak perusahaan aplikator baik Gojek maupun Grab dapat menghentikan tindakan supen (pembekuan) akun secara sepihak, apalagi karena adanya order fiktif."Akibat terkena order fiktif penilaian kami menurun, padahal target telah tercapai. Akibatnya bonus yang dijanjikan tidak diberikan, padahal sudah mati-matian di lapangan," keluhnya. Hal senada disampaikan delegasi lainnya, Faisal. Dia berharap agar adanya sistem perlidungan dari pihak aplikator kepada pengemudi online hingga adanya sistem aturan sehingga para driver tidak berbenturan dengan kenderaan konvesional lainya. ”Belum lagi persoalan poin bonus yang cenderung naik, sementara satu aplikator lainya memberikan bonus, sehingga kami terkadang sulit mencapai titik poin yang telah ditentukan.Hingga tak hentinya penerimaan driver baru,” keluhnya. Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung berjanji pihaknya akan memanggil pihak aplikator dan pihak lainya termasuk Dishub hingga Organda. “Ini segera kita lakukan pertemuan persoalan yang dikeluhkan bisa diambil solusi terbaik. Kita sarankan Ketua Komisi D DPRD Medan agar dibuat jadwal,” sebutnya.(BS07)