Beritasumut.com-Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara diguncang gempabumi tektonik, Kamis (01/03/2018). Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempabumi tersebut berlangsung sebanyak 5 kali, dengan 2 kali gempa utama serta 3 kali gempa susulan. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi mengatakan, gempabumi utama, pertama kali berlansung pada pukul 08.35 WIB dengan kekuatan M=5.4 SR. Selanjutnya gempabumi utama kedua terjadi pada pukul 10.17 WIB dengan kekuatan M=5.5 SR. Sedangkan untuk gempabumi susulan, berlangsung pada pukul 10.36 WIB dan 10.41 WIB dengan kekuatan M= 3.5 SR. Serta pada pukul 11.41 WIB dengan kekuatan M=3.3 SR. "Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi utama pertama, terjadi dengan dengan koordinat episenter pada 0,91 LU dan 98,63 BT, tepatnya di laut pada jarak 37 km arah barat daya Kota Singkuang, Kabupaten Madina pada kedalaman 98 km. Sedangkan gempabumi utama kedua, terjadi dengan koordinat episenter pada 0,97 LU dan 98,75 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 32 km arah barat Kota Singkuang, Kabupaten Madina pada kedalaman 77 km," jelasnya. Selain itu, Riyadi menjelaskan, dampak gempabumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan jika guncangan gempa turut dirasakan hingga daerah Sibolga dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III-IV MMI), Tarutung II SIG-BMKG (III MMI), Gunung Sitoli I-II SIG-BMKG (II-III MMI), Padang, Bukittinggi, Lubuk Basung, Pasaman Barat dan Binaka I SIG-BMKG (II MMI). Namun guncangan gempabumi ini, sebut dia belum menimbulkan kerusakan. "Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi. Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempabumi di lokasi tersebut dibangkitkan oleh mekanisme sumber naik mendatar (oblique thrust fault)," jelasnya. Sementara itu, Hasil monitoring BMKG, menunjukkan masih adanya kemungkinan akan aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Karenanya masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Kepada masyarakat khususnya di sekitar wilayah Kabupaten Mandailing Natal dihimbau agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya," pungkasnya. (BS09)