Beritasumut.com-Akhir tahun 2016, terjadi bencana banjir bandang di Desa Hutagurgur. Pohon besar yang bernama Hariara tumbang dan melintang di tengah-tengah sungai sehingga arus sungai tidak lagi mengalir di sungai induk menuju Desa Anggoli dan Kelurahan Sibabangun namun mengalir deras menuju anak sungai ke Desa Hutagurgur dan memporak-porandakan delapan unit rumah penduduk pada saat itu. Akibat banjir tersebut, aliran sungai berpindah ke Desa Hutagurgur dan mengakibatkan kurangnya debit air ke Desa Simanosor, Desa Anggoli dan Kelurahan Sibabangun. Padahal, sungai itu adalah satu-satunya sumber irigasi sawah di daerah itu. Hal itu disampaikan oleh Camat Sibabangun Kadirun Hasibuan pada saat Normalisasi Sungai Hutagurgur, Kamis (22/02/2018). Pelaksanaan normalisasi dengan menggunakan alat berat bantuan PT SAGO, sebagai tindak lanjut musyawarah para tokoh masyarakat Sibabangun, Simanosor, dan Hutagurgur serta Pemerintah Kecamatan Sibabangun. "Melalui rapat itu, dimohon pihak PT. SAGO yang ada di Kecamatan Sibabangun dapat memberikan bantuan alat berat untuk mengembalikan ekosistem yang telah rusak akibat banjir," ungkapnya dilansir dari laman tapteng.go.id, Minggu (25/02/2018) Selanjutnya, Camat Sibabangun berharap melalui normalisasi sungai itu, pasokan air untuk irigasi semakin membaik dan hasil panen padi sawah masyarakat semakin meningkat. “Penduduk desa dan kelurahan di Kecamatan Sibabangun sebahagian besar bekerja sebagai petani pekebun, khususnya komoditi karet, dan petani sawah. Melalui normalisasi sungai itu, kita berharap hasil panen sawah para petani ke depan semakin meningkat di daerah ini,” pungkasnya.(BS02)