Gubernur Sumut Resmikan Gedung Karantina Ikan Sistem X-Ray Pertama di Indonesia

- Senin, 19 Februari 2018 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022018/5419_Gubernur-Sumut-Resmikan-Gedung-Karantina-Ikan-Sistem-X-Ray-Pertama-di-Indonesia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi, meresmikan Gedung Layanan Pemeriksaan Fisik serta Launching Modernisasi Sistem Pengawasan dan Pelayanan Berbasis Warehouse yang pertama di Indonesia. Bersama Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Direktorat Jenderal Pengawaaan Daya Saing dan Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr Ir Rina MSi, peresmian digelar di Kantor BKIPM Wilayah I Medan I, Jalan Karantina Ikan Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Senin (19/02/2018).

 

"Gedung layanan dengan modernisasi sistem pengawasan dan pelayanan berbasis warehouse dengan sarana x-ray adalah yang pertama di Indonesia bukan hanya di Sumut. Semoga dapat menjadi Pilot Project atau contoh untuk BKIPM lainnya,"ujar Gubsu Erry di sela-sela sambutannya.

 

Lebih lanjut disampaikan Gubsu, provinsi Sumut yang memiliki 8 bandara, 2 pelabuhan dan 2 pantai yakni pantai timur dan barat tentunya perlu pengawasan yang ketat dalam bidang eksport import. Begitu pula dalam bidang eksport import perikanan yang berhubungan dengan Custom, Immigration and Quarantine (CIQ). Maka dengan terobosan baru ini diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian kita, karena pertumbuhan ekonomi suatu negara dilihat dari meningkatnya eksport. "Sistem karantina ikan ini memudahkan para pengusaha perikanan karena telah terintegrasi dengan Avsec AP II, Beacukai, Imigrasi dan Otoritas Bandara, yang tentunya dalam rangka mempermudah pelayanan terhadap perusahaan eksportir kita," ujar Gubsu Erry.

 

Dijelaskannya, dengan terintegrasinya sistem ini dengan semua lini akan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien. "Apresiasi yang tinggi Saya berikan kepada BKIPM Wilayah I Medan I yang telah melakukan terobosan dalam sistem karantina ikan, Saya bangga karantina ikan Sumut menjadi yang pertama di Indonesia," pungkas Erry Nuradi.

 

Sementara itu, Kepala BKIPM Direktorat Jenderal Pengawaaan Daya Saing dan Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI DR. Ir. Rina MSi menjelaskan bahwa dengan adanya sistem pengawasan dan pelayanan berbasis warehouse yang memakai system x-ray ini tentunya lebih efisien baik dari segi waktu dan biaya. "Biasanya untuk 30 koli menghabiskan waktu 2 jam memeriksanya kalau secara manual dan hanya diambil 20% sebagai sample. Sekarang hanya 15 menit saja tanpa merusak packaging, sehingga biaya lebih murah dan kondisi ikan cukup aman," sebutnya.

 

Di samping itu, sambung Rina, sistem x-ray ini sudah memakai teknologi yang cangih dan dapat terintegrasi dengan semua lini yakni pihak bea cukai dan Bandara Kuala Namu untuk memodrenisasi sistem pemeriksaan yang selama ini dilakukan secara manual. "Jadi kalau sudah diperiksa di sini maka tidak perlu diperiksa lagi di Bandara Kualanamu, sehingga waktu lebih efisien tidak harus dibongkar yang dapat merusak packagingnya dan biaya juga lebih murah" ucap Rina.

 

Sistem karantina dengan system x-ray, sambung Rina, bertujuan untuk mengontrol lalu lintas perikanan dan mencegah arus keluar masuk produk ilegal. Dengan sistem karantina modern ini diharapkan, distribusi maupun lalu lintas peredaran perikanan baik eksport dan import melalui Bandara Kuala Namu lebih efisien karena 30% kargo kita di bandara adalah perikanan. "Karena Kementerian Kelautan dan Perikanan RI mempunyai 3 misi yakni kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan. Kedaulatan artinya menjadikan laut senagai masa depan bangsa. Untuk itu diperlukan tanggung jawab seluruh stakeholder terkait," bebernya.

 

Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga merupakan mantan Kepala BKIPM Wilayah I Medan I Ir Anwar MSi melaporkan bahwa karantina ikan sistem warehouse ini dibangun untuk mempermudah eksport perikanan. "Karena selama ini memerlukan pemeriksaan dalam waktu yang panjang. Ke depannya diharapkan dengan sistem ini akan semakin terukur dan baik," katanya.

 

Hadir dalam acara tersebut, Wabup Deli Serdang Zainuddin Mars, Kepala BKIPM Wilayah I Medan I M Burlian, mewakili Forkopimda Sumut, GM Angkasa Pura II Bandara Kuala Namu Arif Darmawan, Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Nur Isnin Istiartono, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Marsauli Siregar, Komandan Pangkalan TNI Laksamana Ariswiyanto, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan, Kepala BKIPM Belawan dan Tanjung Pinang, mewakili Kepala Bea Cukai dan kepala Imigrasi serta OPD Pemprovsu Staf Ahli Amran  Uteh, Inspektur OK Henry, Kadis Perikanan dan Kelautan H Zonni Waldy. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

PSMS vs PSPS Berakhir Imbang, Suporter Meraung di Stadion Utama Sumut

Peristiwa

Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin

Peristiwa

Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan

Peristiwa

Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Peristiwa

Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional

Peristiwa

Segera Sampaikan Laporan Keuangan TA 2024, Pemprov Sumut Targetkan Opini WTP Ke-11