Apresiasi Kinerja BNN, DPR Harap Kepemiminan Buwas Diperpanjang

Herman - Rabu, 07 Februari 2018 12:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022018/5253_Apresiasi-Kinerja-BNN--DPR-Harap-Kepemiminan-Buwas-Diperpanjang.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mendapatkan apresiasi dari mayoritas anggota Komisi III. Di bawah kepemimpinannya, BNN menjadi lebih bergigi dan menjadi musuh yang sebenarnya bagi para bandar narkoba.

 

"Untuk pertama kalinya,  BNN itu sangat bergigi sekali di tangan anda,  Pak Budi Waseso. Kita merasakan narkoba mendapatkan musuh yang sebenarnya," kata Akbar Faizal dalam rapat antara Komisi III dengan Kepala BNN di kompleks Parlemen, Selasa (06/02/2018).

 

Menurut Akbar, narkoba telah menjadi salah satu musuh utama bangsa Indonesia saat ini. Saking mengerikannya, politisi NasDem ini menggambarkan bagaimana rusaknya generasi muda karena barang haram ini. 

 

"Kita masing-masing pasti punya pengalaman pribadi. Orang dekat kita berhadapan dengan yang namanya narkoba.  Saat saya dulu masih di Makasar, tidak pernah ada yang membayangkan ada namanya kampung Narkoba, kampung Sapiria, lebih parah daripada kampung Ambon di Jakarta," tegas legislator Sulawesi Selatan II ini.

 

Melihat prestasi yang ditunjukkan Buwas, Akbar menambahkan perlu ada kepemimpinan selanjutnya di BNN yang memiliki gaya kepemimpinan serupa.

 

"Maka sangat wajar,  jika teman-teman di Komisi III ini sangat mengharapkan kepada Presiden Jokowi agar Bapak bisa diperpanjang masa tugasnya. Kami memahami,  sebentar lagi,  Maret 2018,  bapak akan memasuki masa pesiun, mau istirahat. Tapi kayanya bapak tidak boleh pensiun dulu deh, kalau lihat maraknya narkoba saat ini,  mengerikan sekali," tuturnya.

 

Namun demikian, Akbar melanjutkan, di balik kesuksesan BNN pusat mengungkap peredaran narkoba, masih belum berbanding lurus dengan kinerja BNN di tingkat provinsi.

 

"Terkadang apa yang sudah menjadi kebijakan di atas (BNN pusat)  masih belum sampai di bawah,  mohon bapak bisa mengkomunikasikan dengan teman-teman BNN di daerah," ungkapnya.

 

"Tanpa sungkan dalam forum ini,  saya dan kawan-kawan meminta agar bisa dilibatkan dalam program-program BNN yang ada di daerah. Karena jujur kita telah darurat narkoba, Pak Buwas, walau belum diminta saya telah melakukannya yakni dengan mewakafkan diri untuk membantu memerangi narkoba dengan memberikan ceramah kepada para mahasiswa dari kampus ke kampus terkait bahaya narkoba," pungkasnya.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polrestabes Medan Sikat Rayap Besi-Narkoba, 15 Hari, 147 Tersangka Ditangkap

Peristiwa

Polisi Sergap 2 Orang Pemuda Pengedar Sabu di Jalan Pasar III Medan

Peristiwa

Barak Narkoba dan Judi Tembak Ikan di Desa Durin Simbelang Eksis Beroperasi

Peristiwa

Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 12 Kg Sabu Asal Malaysia

Peristiwa

Terkait Pengungkapan Jaringan Narkoba, Praktisi Hukum Hans Silalahi : Silahkan Buktikan di Pengadilan

Peristiwa

Gubernur Sumut Apresiasi Upaya Polda dan Kodam I/BB Berantas Judi dan Narkoba