Satgas Kesehatan TNI Bersama Kemenkes RI Bergerak Cepat Obati Warga Asmat

- Selasa, 23 Januari 2018 00:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012018/8125_Satgas-Kesehatan-TNI-Bersama-Kemenkes-RI-Bergerak-Cepat-Obati-Warga-Asmat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Personel Satuan tugas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) bersama-sama dengan  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat memberikan pelayanan medis di lapangan kepada warga, dengan memasuki kampung-kampung terpencil yang berada di Kabupaten Asmat, Papua, akhir pekan kemarin.

 

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr Ben Yura Rimba MARS saat mengunjungi warga Asmat yang terkena dampak penyakit di Kampung Ewer Distrik Agats, Kabupaten Asmat mengatakan bahwa dari segi sumber daya manusia, Satgas Kesehatan TNI dan Kemenkes RI telah membawa dokter-dokter spesialis dan tim medis yang cukup lengkap termasuk obat-obatan dalam kuantitas yang cukup banyak dari Jakarta.

 

“Kami juga melakukan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka melaksanakan vaksinasi, sehingga dari segi sumber daya manusia dan logistik tidak ada masalah,” ungkapnya melalui siaran persnya, Senin (22/01/2018).

 

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa permasalahan utama yang menjadi kendala dalam pergerakan personel Satgas Kesehatan TNI dan Kemenkes RI ke kampung-kampung terpencil adalah masalah transportasi, karena untuk masuk ke Timika sendiri sudah cukup jauh apalagi ke distrik atau kampung di Kabupaten Asmat.

 

“Masuk ke distrik atau kampung di Kabupaten Asmat yang tersebar itu menggunakan transportasi khusus dan jarak kampung yang ditempuh paling dekat sekitar 1 jam dengan speed boad, sementara distrik-distrik lainnya ada yang 6 sampai 8 jam perjalanan. Hal ini, tentu akan banyak sekali menguras tenaga dan biaya,” jelasnya.

 

Menurut Mayjen TNI dr Ben Yura Rimba, kendala para persoenl di lapangan adalah sarana transportasi dan komunikasi, karena sarana yang ada di pos-pos itu sudah pasti sangat terbatas termasuk masalah fasilitas internet dan telepon. “Kalaupun ada, itu adalah tempat-tempat tertentu pada malam hari dan pada saat lampu hidup. Kendala-kendala itulah yang paling utama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kampung Ewer Distrik Agats Kab. Asmat, Samuel Yoyi mengatakan bahwa masyarakat Kabupaten Asmat merasa  senang sekaligus berterima kasih dengan kehadiran Satgas Kesehatan TNI. “Dengan kehadiran TNI, masyarakat Asmat yang mengalami wabah penyakit sangat terbantu,” ucapnya.

 

Selanjutnya, Samuel Yoyi menyampaikan bahwa kehidupan masyarakat di daerah Kabupaten Asmat adalah bercocok tanam, nelayan dan mencari sagu untuk di makan serta di jual untuk dibelikan beras buat kehidupan sehari-hari. “Saat ini kesehatan masyarakat banyak yang terganggu, sehingga sangat berpengaruh terhadap mata pencaharian di wilayahnya. Oleh sebab itu, kami senang dengan kehadiran tim kesehatan dari TNI,” pungkasnya. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Presiden Prabowo: Kekuatan Pertahanan Penting dalam Menjaga NKRI

Peristiwa

RS Adam Malik Raih 4 Penghargaan dari Kemenkes RI untuk Kinerja 2024

Peristiwa

Panglima TNI Pimpin Rapat Vicon Perkembangan Situasi di Wilayah Satgas TNI MONUSCO

Peristiwa

Kunjungan Bupati Nias Utara ke Kemenkes RI

Peristiwa

Satgas TNI Penanggulangan Bencana di Filipina Sentuh Langsung Penduduk Terdampak Badai

Peristiwa

Panglima TNI Resmikan Lima Yonif Penyangga Daerah Rawan di Papua