Beritasumut.com-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia melakukan peninjauan kesiapan angkutan Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 di Sumatera Utara. Dalam kegiatan ini, para maskapai dan seluruh instansi terkait dihimbau agar melakukan pelayanan dengan baik, meminimalisir persoalan termasuk penundaan (delay) penerbangan. Insepektur Jenderal Kemenhub RI, Wahju Satrio Utomo didampingi Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Kualanamu Arif Darmawan kepada wartawan saat meninjaui posko monitoring di Bandara Kualanamu berharap pada seluruh maskapai harus mempunyai kesiapan yang cukup matang dalam merencanakan operasinya. Sehingga tidak terjadi penundaan yang mengecewakan penumpang. "Seandainya pun itu (delay) harus terjadi tolong dilayani dengan baik, sehingga mereka tidak kecewa, karena mereka sudah memenuhi kewajibanya maka kewajiban operator juga lah memenuhi kewajiban untuk dilayani dengan baik," kata Wahju Satria Utomo pada Kamis (28/12/2017). Ditanya apakah pihaknya sudah ada memberikan sanksi kepada maskapai yang melakukan kesalahan, menurutnya sejauh ini belum ada. "Persoalan penundaan penerbangan Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 di Bandara Kualanamu belum begitu tinggi, hanya di beberapa rute saja tetapi itu tidak begitu signifikan dan selalu teratasi. Begitu juga Bandara Banda Aceh, Pekan Baru masih dalam tahap yang wajar," terangnya. Selain ke Sumatera Utara, Wahju Satria Utomo juga akan melanjutkan kunjungan ke Aceh, ini dalam rangka tugas cek dan ricek kesiapan Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 di Sumatera Utara dan dibeberapa daerah lainnya. "Saya melihat penanganan di Bandara Kualanamu, Silangit dan beberapa bandara lainnya sudah cukup baik. Maka dari itu diharap terus ditingkatkan, sebab prediksi lonjakan penumpang setelah natal, akan terus terjadi jelang Tahun baru mulai tanggal 31 Desember 2017, 1 sampai 2 Januari 2018," tegasnya. Saat melakukan pemantuan di posko,Wahju Satria Utomo sempat melakukan teleconfren kepada beberapa bandara, termasuk ke Bandara Silangit yang diprediksi termasuk rute terpadat.Dalam teleconfren tersebut dirinya tidak lupa mempertanyakan kesiapan petugas dan kendala di lapangan, begitu juga memberikan arahan sehingga penanganan dan pelayanan penumpang supaya dilakukan dengan baik. (BS05)