Beritasumut.com-Karena melerai Ayahnya bertengkar dengan seorang pria, Jhon Rahmat Putra, anak keterbelakangan mental ini malah ditodongkan pistol. Diketahui Ayah Jhon bernama Sederhana Bangun yang pada Minggu (10/12/2017) pukul 01.00 WIB, ribut dengan seorang warga bernama Idris Karo-karo. Informasi dihimpun di Mapolsek Sunggal, Senin (11/12/2017), keributan itu diketahui bermula dari kedatangan dua orang yang tidak dikenal masuk ke Komplek penerbangan Jalan Penerbangan I, Medan Selayang. Kemudian Ayah Jhon, Sederhana mengejar kedua OTK tersebut. Namun saat pengejaran, dia dicegah oleh warga setempat yang bernama Idris karo-Karo. Terjadi adu mulut keduanya, tiba-tiba Idris menodongkan pistol ke Sederhana. Melihat ayahnya terancam, Jhon langsung menyambar pistol milik Idris, dan terjadi perkelahian. Beberapa orang warga sempat melerai pertengkaran tersebut, dan Idris kembali menodongkan pistol ke kepala dan perut Jhon, anak yang keterbelakangan mental tersebut. Ayah Jhon yang ketakutan, kemudian membuat laporan ke Mapolsek Sunggal untuk dapat ditindaklanjuti pihak kepolisian. Sederhana mengatakan, sebenarnya awal mula masalah ini saat ada sumbangan bantuan berupa material bangunan seperti pagar, seng dan beberapa alat bangunan, namun Idris keberatan. Kebetulan malam itu ada OTK yang di kejar mungkin disitu dikaitkannya. "Saya kira dari penolakan masalah sumbangan materil yang digunakan untuk keperluan posko dan penjagaan, jadi begitu ada terjadi hal kecil seperti ini, dia mengkait-kaitkannya. Saya ditodong pistol dan anak saya yang mencoba melerai juga ditodongkan pistol," ujarnya kepada wartawan. Sederhana juga menambahkan, usai kejadian langsung buat laporan di Polsek Medan Sunggal. "Usai dari keributan tadi malam, saya langsung membuat laporan ke Mapolsek Medan Sunggal. Saya tidak mengerti apa maksudnya membawa-bawa pistol, sementara dia bukan polisi maupun TNI," tambahnya. Sementara itu, Kepala lingkungan IV Kelurahan Sepakat, Medan Selayang, Ulina Sinta Dewi Bangun, mengatakan dirinya tahu persis bagaimana kejadian itu bermula. "Saya sewaktu kejadian berada di lokasi. Benar terjadi penodongan pistol ke Pak Sederhana dan anaknya Jhon. Saya saja diusir si Idris, begini katanya 'ngapain kau kemari, ini bukan wilayahmu', sementara lingkungan ini sampai ke depan masih wilayah saya," jelasnya. (BS04)