Beritasumut.com-Balai POM RI musnahkan 517 jenis obat-obatan tradisional, kosmetik, dan bahan pangan ilegal. Tercatat sebanyak 251.150 kemasan dimusnahkan, yang terdiri dari 147 jenis obat (1.710 kemasan), 41 jenis obat jenis obat tradisionil (5.618 kemasan), 168 jenis kosmetika (577 kemasan) dan 157 jenis pangan (243.245 kemasan). "Semua produk yang dimusnahkan ini didapat dari hasil pengawasan terhadap 34 sarana. Dari seluruh produk yang dimusnahkan jika dirupiahkan sekitar Rp.1.137.696.000. Sebelumnya, pada tanggal 23 Mei 2017 lalu Balai POM di Medan telah memusnahkan produk barang sitaan periode I berjumlah 371 jenis (382.657 kemasan) yang terdiri dari 66 jenis obat (1.935), 29 jenis obat tradisional,(151.442 kemasan),23 jenis kosmetika (13.267 kemasan) dan 46 jenis pangan (261.013 kemasan)," ujar Kepala Balai POM Pusat Peny K Lugito, didampingi Kepala Balai POM Medan Drs Sacramento Tarigan Apt, di halaman Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro No.30 Medan, Sabtu (09/12/2017) pagi sekira pukul 8.00 WIB. Turut hadir dalam prosesi pemusnahan ini Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Nurhajizah Marpaung, DPRD Sumut, Poldasu, Kejari Medan, Kejaksaan, Dinas Kesehatan Sumut, Dinas Kesehatan Medan, Disperindag Sumut, YLKI Sumut, BNN Sumut dan para awak media. "Dari hasil pengawasan Balai POM selama tahun 2016 menunjukkan bahwa pelanggaran dibidang pengawasan obat dan makanan didominasi oleh temuan Pangan tanpa ijin edar dan obat tradisional tanpa ijin edar. Selama periode tersebut, BPPOM di Medan telah menangani 19 kasus yang ditindak lanjuti secara pro,justitia, dengan hasil 18 kasus dengan P21,diantaranya 16 kasus telah tahap II (dilimpahkan kepengadilan) dan 2 kasus diserahkan ke JPU serta 1 kasus masih dalam proses penyelidikan, tegas Kepala Balai POM Medan Drs Sacramento Tarigan Apt. Sacramento menyampaikan bahwa tahun 2017 BBPOM di Medan telah menangani 19 kasus diantaranya 9 kasus telah P21 yaitu 5 kasus tahap II dan 4 kasus akan diserahkan ke JPU,4 Kasus P19 dan 6 kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan. BPPOM juga menyampaikan selama periode 2016 jumlah obat dan makanan yang dimusnahkan jika dirupiahkan berkisar Rp.10.806.040.750 dan periode 2017 sebesar Rp.2.315.060.000. "Balai POM di Medan akan terus berkomitmen unyuk melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan secara berkesinambungan dan berkoordinasi lebih intensif dengan sektor lintas terkait. Di samping itu, Badan POM menghimbau masyarakat agar tidak mengkonsumsi atau memakai produk yang palsu, tanpa ijin edar atau kadaluarsa," sambungnya. Balai POM juga mengharapkan, lanjut Sacramento, peran serta masyarakat dalam memberantas peredaran produk yang merugikan negara ini. "Jika masyarakat menemukan hal-hal mencurigakan atau menyampaikan informasi yang ingin disampaikan agar menghubungi Unit Pelayanan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-321-99000 atau email: ulpk@pom.go.id dan ulpk_badanpom@yahoo.co.id dan khususnya untuk Medan di dapat menghubungi (061)6628363 ," pungkasnya. (BS06)