Beritasumut.com-Medan berbenah, sejumlah infrastruktur umum seperti jalan dan drainase diperbaiki. Namun dalam pengerjaan proyeknya terkesan asal asalan. Di sejumlah titik di Kota Medan, seperti di Jalan Sutomo, Jalan Krakatau, Jalan Mustafa Glugur Darat I (satu) dan beberapa titik lainnya di Kota Medan, Sumatera Utara sedang melakukan proyek perbaikan drainase. Namun tumpukan sampah dari gailan drainase tersebut dibiarkan menumpuk dipinggirjalan begitu saja. Akibatnya, warga yang memiliki usaha didaerah tersebut mengalami kerugian akibat berkurangnya secara pelanggan secara drastis karena tidak sulitnya akses masuk. Selain itu, akibat pembiaran tumpukan sampah galian drainase ini, jalanan menjadi sempit. Pejalan kaki yang seharusnya bisa aman berjalan di trotoar, kini harus berjalan kaki memasuki badan jalan dengan segala resiko. Begitu juga untuk pengguna kendaraan, karena jalanan yang sempit akibatnya menimbulkan tumpukan antrian kendaraan sehingga jalanan menjadi macat. “Seharusnya PU (petugas Umum) dalam melakukan pengerjaan seperti ini dapat bertanggung jawab, jangan sudah dapat proyek malah pengerjaannya asal-asalan, aturannya kan kalau sudah digali sampahnya langsung diangkut, bukan dibiarin seperti ini, kita yang jualan kan jadi susah pembeli yang datang, mau parkir nggak bisa, jalan jadi sempit, trus bauk juga jadinya,” ungkap Lihokuin, salah seorang pedagang. Bahkan pembangunan drainase yang sejatinya untuk mengantisipasi dari banjir, akibat tumpukan sampah ini menjadikan air yang berada di jalan tidak dapat mengalir kedalam drainase, sehingga terjadi genangan air dan banjir di jalan.(BS08)