Beritasumut.com–Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan setiap hari sebanyak 20 relawan Pramuka bekerja secara sukarela untuk membantu penanganan darurat bencana erupsi Gunung Agung. Relawan ini terbagi dalam tugas harian untuk mendukung Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung, seperti dapur umum, penyaluran logistik, dan petugas call center serta sedikit dari mereka yang terlibat dalam Evakuasi di bawah pengawasan Basarnas. Mereka yang tergabung dalam Pramuka Peduli Bali memiliki satu ruangan khusus untuk para relawan pramuka yang berada di lingkungan Posko Tanah Ampo, Karangasem, Bali. "Semangat volunterism mereka sangat kuat. Ini tercermin pada keputusan mereka untuk bertugas dan berbagi pemikiran dan tenaga dalam penanganan darurat. Meskipun tidak pada aktivitas yang strategis, kontribusi mereka sangat membantu operasional di dalam Posko. Pramuka Peduli Bali melibatkan unsur pramuka dari tingkat Penegak, Pandega serta Andalan se-kwartir daerah Bali secara mandiri mempersiapkan kebutuhan sehari-hari mereka, seperti mengelola dapur umum internal Pramuka," ungkap Sutopo melalui siaran persnya, Selasa (05/12/2017). Volunterisme yang tumbuh ini dilatarbelakangi nilai-nilai yang melekat pada setiap individu. Mereka yang tergabung dalam pramuka akan memiliki banyak teman dari beragam komunitas. Pande Kharisma, salah seorang pramuka yang bertugas di call center, mengatakan dirinya tertarik menjadi pramuka karena berkeinginan memiliki banyak teman dan latar belakang lain. “Saya tertarik ikut Pramuka, ya karena bahagia, banyak teman dan bisa bantu orang-orang,” ujarnya. Melalui Pramuka Peduli, relawan pramuka secara tidak langsung dapat meningkatkan kapasitas dalam berkoordinasi. Mereka dapat mempelajari tata kerja operasional posko. Para pemuda tadi juga dapat berjejaring dengan para mitra kerja seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Palang Merah Indonesia, dan banyak lagi. Pramuka dengan Trisatya dan Dasa Dharma diharapkan untuk hadir dalam penanggulangan bencana. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Abdimasgana Mayjen TNI M. Herindra beberapa waktu lalu. Herindra berpesan bahwa pramuka hadir di lokasi-lokasi bencana dan di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan. (Rel)