Erupsi Magmatik Gunung Agung Menerus, Bandara Ngurah Rai Bali Kembali Ditutup

Herman - Selasa, 28 November 2017 13:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112017/7868_Erupsi-Magmatik-Gunung-Agung-Menerus--Bandara-Ngurah-Rai-Bali-Kembali-Ditutup.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Erupsi Gunung Agung terus berlangsung. Erupsi magmatik ini terus mengeluarkan asap dan abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang dengan ketinggian kolom abu vulkanik sekitar 2.500 – 3.000 meter di atas puncak kawah. Sinar api dari lava teramati pada malam hari. Asap  condong ke barat data. Tremor masih menerus dengan amplitudo 1-2 milimeter dominan 1 milimeter. Status Awas (level 4).

 

PVMBG terus melaporkan perkembangan aktivitas vulkanik yang terus meningkat. Peluang terjadinya erupsi yang lebih besar menjadi semakin meningkat. Namun demikian tidak dapat dipastikan seberapa besar intensitasnya. Mengestimasi karakter erupsi Gunung Agung ke depan cenderung lebih sulit dari gunung lainnya karena tidak adanya data instrumental sebagai pembanding dengan erupsi sebelumnya. Sebaran abu vulkanik dominan mengarah ke barat daya. 

 

Hasil analisis citra satelit Himawari dari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik ke arah barat daya, tertarik oleh Siklon Tropis Cempaka yang saat ini berada di Samudera Hindia di selatan Yogyakarta. Adanya pusat tekanan rendah ini menyebabkan abu vulkanik mengikuti gerak dari siklon tropis. Dampak langsung sebaran abu adalah terganggunya keselamatan penerbangan.

 

Berdasarkan data analisa dan prediksi arah dan kecepatan angin dari BMKG pada 28/11/2017 pukul 02.00 - 08.00 WITA menunjukkan bahwa arah angin dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 5-10 knot. Informasi SIGMET dari MWO Ujung Pandang menunjukkan bahwa abu vulkanik bergerak ke arah selatan - barat daya dan menutupi ruang udara di atas Bandara Internasiopnal I Gusti Ngurah Rai. 

 

Analisis pihak Airnav Indonesia Cabang Denpasar juga menunjukkan bahwa ploting area jalur pemanduan lalu lintas pesawat udara telah tertutup oleh sebaran abu vulkanik.

 

Oleh karena itu Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusra memperpanjang penutupan Bandara Bandara Internasiopnal I Gusti Ngurah Rai. Bandara ditutup hingga 29/11/2017 pukul 07:00 WITA. Evaluasi akan dilakukan per 6 jam. 

 

Sementara itu Bandara Internasional Lombok dibuka kembali mulai (28/11/2017) pukul 06:00 WITA, setelah sebelumnya mengalami penutupan.

 

Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di dalam radius 8 km dari kawah Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung. Ada 22 desa yang terdapat dalam zona berbahaya. Jumlah penduduk yang tinggal di dalam zona berbahaya tersebut diperkirakan 90.000 – 100.000 jiwa. Tidak adanya data yang valid dari berbagai sumber menyulitkan dalam menghitung jumlah penduduk yang harus diungsikan. 

 

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk terdampak di radius yang berbahaya adalah 63.000 jiwa. Sementara itu data dari Open Street Map sebanyak 117.000 jiwa, Asia Pop sebanyak 68.000 jiwa, dan pernyataan Gubernur Bali sebanyak 140.000 jiwa. 

 

"BNPB akan melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan jumlah penduduk yang harus dievakuasi.  Data sementara, jumlah penduduk 29.023 jiwa yang tersebar di 217 titik pengungsian. Belum semua data pengungsi tercatat oleh petugas. Selain di Bali, masyarakat ada juga yang mengungsi ke Lombok," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

 

Gubernur Bali telah mengimbau agar masyarakat mengungsi di sekitar Kabupaten Karangasem saja. Tidak semua masyarakat yang berada di radius berbahaya bersedia mengungsi. Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tetap tinggal di dalam rumahnya. Ada berbagai alasan yang menyebabkan mereka enggan mengungsi, seperti alasan masih merasa aman meski Gunung Agung sudah erupsi, alasan menjaga ternak dan kebun, alasan kepercayaan, dan lainnya.

 

"Petugas masih terus membujuk masyarakat untuk mengungsi dan membantu pengungsian ternak. Secara umum penanganan pengungsi berlangsung dengan baik. Tidak ada kepanikan di masyarakat," ujar Sutopo.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sempat Delay, Pesawat Batik Air Tujuan Jakarta Akhirnya Berangkat dari Bandara Kualanamu

Peristiwa

Terganggu Cuaca Buruk, 5 Rute Penerbangan Terpaksa Ditunda di Bandara Kualanamu

Peristiwa

Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali, Status Waspada

Peristiwa

Status Masih Siaga, Kepala PVMBG: Belum Akan Terjadi Erupsi Besar di Gunung Agung

Peristiwa

Malam Ini, Warga di Sekitar Gunung Agung Dikagetkan dengan Suara Ledakan Keras Disertai Lontaran Bantu Pijar

Peristiwa

Sayap Pesawat Lion Air Rusak, Penumpang Diturunkan