Beritasumut.com-Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian PhD mengunjungi Polrestabes Medan untuk mengecek kesiapan pengamanan kunjungan kerja (kunker) Presiden RI dan kesiapan pengamanan resepsi Ngunduh Mantu Putri Presiden RI, Jumat (24/11/2017) siang. Kapolri datang didampingi oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Royke Lumowa, Kadensus 88/AT Irjen Pol Drs HM Syafei dengan Staf, Karo Provos Polri Brigjen Pol Drs Refdi Andri, Koorspripim Kapolri dengan staf. Setibanya di Polrestabes Medan, Kapolri beserta rombongan disambut oleh jajar hormat personil Polrestabes Medan dan penyambutan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Drs Sandy Nugroho, Para Pejabat Utama Polda Sumut serta personil Polrestabes Medan. Kedatangan Kapolri beserta rombongan ke Sumut selain untuk mengecek kesiapan pengamanan kunjungan kerja Presiden RI dan kesiapan pengamanan resepsi pernikahan Putri Presiden RI, beliau juga akan menghadiri resepsi Ngunduh Mantu Putri Presiden RI serta menghadiri Festival Keraton Nusantara XI di Istana Maimun Medan. "Jangan sampai ada teror, oleh sebab itu termasuk teman-teman di kewilayahan untuk mengamankan seluruh wilayah. Jika kurang personel maka ditarik kekuatan dari wilayah untuk back up. Jangan hanya fokus kepada kegiatan resepsi pernikahan, namun titik-titik kegiatan masyarakat lainnya juga harus mendapat perhatian untuk pengamanannya," ujar Kapolri. Selain itu, Kapolri juga menghimbau agar jangan ada kemacetan lalu lintas yang sedemikian parah seperti HUT ABRI di Banten. "Kegiatan di Solo Jawa Tengah kemaren cukup bagus, meskipun ada kemacetan tapi cepat terurai kembali.Kalau ada kemacetan, segera dicairkan. Tidak hanya sekitar lokasi pesta, tapi di titik-titik kegiatan masyarakat lainnya juga harus dijaga dengan menempatkan anggota. Apalagi puncak acara pada hari minggu, sehingga ada kegiatan gereja," jelas Kapolri lagi. Kapolri meminta para personel dapat mengamankan gangguan keamanan yang signifikan. Seperti ban pecah di lokasi parkir, kehilangan kendaraan, pencurian, copet, dll.Tidak ada berita berita negarif selama rangkaian kegiatan maupun Pasca kegiatan yang menunjukkan ketidaksigapan aparat keamanan. "Misalnya ada masyarakat yang ketutup jalannya sehingga tidak bisa ke gereja, ada masyarakat yang marah-marah kepada petugas," ungkap Kapolri. Terkait pengalihan arus, Kapolri meminta adanya sosialisasi kepada masyarakat, baik dari media cetak, elektronik hingga media sosial (medsos) seperti pengalihan arus melalui Wa, iG, Fb, Twetter dll. "Silahkan rekan-rekan bagi tugas lagi, matangkan betul.Kepada seluruh anggota, jangan sampai arogan, tampilkan pelayanan yang humanis karena mulai besok semua mata akan memandang apa yang ada di Medan.Kali ini Bapak Presiden selama 5 hari berada di wilayah Sumatera Utara," pungkas Kapolri. (BS04)