Diduga Bunuh Diri, Rulaini Ditemukan Tewas Tergantung

Herman - Jumat, 24 November 2017 11:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112017/813_Diduga-Bunuh-Diri--Rulaini-Ditemukan-Tewas-Tergantung.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Ruliani alias Yani (35 tahun) ditemukan tewas tergantung di rumahnya, Pasar III, Dusun XIV, Gang Posyandu, Rabu (22/11/17). Yani diduga mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

 

Berdasarkan Informasi Petugas di lapangan, orang tua beserta abang dan kakak korban yang menyambangi kontrakan mendiang Rulaini di Jalan Pasar V, Gang Mentimun XIV, menangis melihat jasad korban yang telah terbaring kaku di atas tempat tidur.

 

“Kok begini kali nasibmu nak. Apakah benar kau bunuh diri,” tangis ibu kandung korban.

 

Menurut pengakuan Wenni selaku kakak ipar korban, Yani sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci dan tukang sepatu. Sebab selama ini adiknya hidup menjanda dengan dua orang anak. “Sudah lima bulan Yani mengontrak rumah di sini dek. Sebelumnya dia tinggal bersama abangnya,” ungkap Wenni.

 

Wenni menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, dirinya sempat bertemu dengan korban menanyakan masalah pekerjaan. Namun tanpa diketahui secara pasti korban telah meninggal dunia. “Adikku itu memang agak keras orangnya. Sehingga dia memilih untuk mengontrak di sini dek. Untuk penyebab kematiannya aku enggak tau, soalnya tadi ada warga yang menghubungi suamiku berkata kalau Yani tewas bunuh diri,” jelasnya.

 

Sementara itu Yanti tetangga korban, mengungkapkan sebelum tewas Yani sempat bertengkar dengan pacarnya mengenai masalah kehamilannya. “Mungkin gara-gara kehamilan itulah bang dia nekat bunuh diri,” ungkap wanita anak dua tersebut.

 

Tak lama berselang personil Reskrim Polsek Percut Seituan bersama Tim Inafis Polrestabes Medan langsung turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab kematian korban. Usai melakukan identifikasi petugas langsung membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan otopsi.

 

Bahkan petugas juga mengambil beberapa pakaian korban dan kabel cok sambung yang digunakan untuk gantung diri sebagai barang bukti.

 

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Philip A Purba, mengatakan, saat ini dugaan kematian korban karena bunuh diri terlihat saat ditemukan bekas jerat tali di leharnya. Namun begitu untuk memastikan apakah kasus ini murni bunuh diri atau tidak penyidik masih memeriksa sejumlah saksi. “Jasad korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan otopsi memastikan penyebab kematian korban,” pungkasnya.(BS06)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Penyebab Kematian Mahira Disimpulkan Bunuh Diri

Peristiwa

Bakamla RI Kerahkan Personel Bantu Tim SAR Cari Korban Bunuh Diri

Peristiwa

Diduga Bunuh Diri, Seorang Wanita Lompat dari Ruko

Peristiwa

Kapolrestabes Medan : Tingkatkan Kewaspadaan dan Penjagaan

Peristiwa

Pasca Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Polda Sumut Minta Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan

Peristiwa

Kapolri: Agus Sujatno Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Terafiliasi JAD