Beritasumut.com-Keluarga tak menyangka kalau Rulaini alias Yani alias Rada (35) warga Pasar III, Dusun XIV, Gang Posyandu, ditemukan tewas dengan cara gantung diri, Rabu (22/11/17).Yani ditemukan sudah tak bernyawa di kontrakannya di Jalan Pasar V, Gang Mentimun XIV.“Kok begini kali nasibmu nak. Apakah benar kau bunuh diri,” ujar ibu kandung korban. Menurut pengakuan Wenni selaku kakak ipar korban, Yani sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci dan tukang sepatu. Sebab selama ini adiknya hidup menjanda dengan dua orang anak.“Sudah lima bulan Yani mengontrak rumah di sini dek. Sebelumnya dia tinggal bersama abangnya,” ungkap Wenni dilansir dari laman tribratasumutnews. Wenni menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, dirinya sempat bertemu dengan korban menanyakan masalah pekerjaan. Namun tanpa diketahui secara pasti korban telah meninggal dunia.“Adikku itu memang agak keras orangnya. Sehingga dia memilih untuk mengontrak di sini dek. Untuk penyebab kematiannya aku enggak tau, soalnya tadi ada warga yang menghubungi suamiku berkata kalau Yani tewas bunuh diri,” jelasnya. Sementara itu Yanti tetangga korban, menambahkan jika sebelum tewas Yani sempat bertengkar dengan pacarnya mengenai masalah kehamilannya. “Mungkin gara-gara kehamilan itulah bang dia nekat bunuh diri,” ujar Yanti. Tak lama berselang personil Reskrim Polsek Percut Seituan bersama Tim Inafis Polrestabes Medan langsung turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab kematian korban. Usai melakukan identifikasi petugas langsung membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan otopsi.Bahkan petugas juga mengambil beberapa pakaian korban dan kabel cok sambung yang digunakan untuk gantung diri sebagai barang bukti. Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Philip A Purba, mengatakan saat ini dugaan kematian korban karena bunuh diri terlihat saat ditemukan bekas jerat tali di leharnya. Namun begitu untuk memastikan apakah kasus ini murni bunuh diri atau tidak penyidik masih memeriksa sejumlah saksi.“Jasad korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan otopsi memastikan penyebab kematian korban,” pungkasnya.(BS04)