Banyaknya Masyarakat Main Hakim Sendiri Terhadap Pelaku Kejahatan, Cerminan Jika Masyarakat Frustasi

- Rabu, 22 November 2017 10:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112017/5068_Banyaknya-Masyarakat-Main-Hakim-Sendiri-Terhadap-Pelaku-Kejahatan--Cerminan-Jika-Masyarakat-Frustasi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Psikolog sekaligus Direktur Minauli Consulting Irna Minauli mengungkapkan, masyarakat yang menghakimi para pelaku kejahatan merupakan cerminan dari masyarakat yang frustasi. Sehingga masyarakat saat ini sangat mudah menghujat atau bahkan melukai orang yang secara umum dianggap bersalah.

 

"Ketika menghujat atau bahkan melukai orang lain mereka sepertinya sedang melampiaskan kemarahan pribadi yang selama ini tidak tersalurkan," ujar Irna kepada wartawan, Selasa (21/11/2017).

 

Selain itu, lanjutnya, masyarakat yang menghakimi itu juga mungkin pernah menjadi korban tindak kriminal seperti perampokan atau pembegalan. Sehingga mereka merasa berempati pada orang yang menjadi korban kejahatan, lalu selanjutnya melampiaskan kemarahannya mewakili korban sekaligus diri sendiri sebagai korban sebelumnya.

 

"Bahkan para penonton (bystanders) yang menyaksikan kejahatan juga merasa perlu ikut melampiaskan kekesalannya pada pelaku. Masyarakat tidak lagi bisa meyakini hukum yang ada sehingga terjadi pengadilan jalanan  (street justice)," terangnya.

 

Irna menjelaskan, masyarakat kita sedang frustrasi karena banyak hal yang tidak dapat diperoleh dalam kehidupan sehari-hari mereka. Adanya banyak hambatan dalam upaya mencapai tujuan membuat mereka mengalami frustrasi."Yang menyebabkan frustrasi antara lain masalah ekonomis atau terbatasnya penghasilan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan lainnya," jelasnya. 

 

Padahal, tambah Irna, tentu saja pengadilan jalanan bukan jalan keluar yang benar. Sebaiknya masyarakat menyerahkan masalah hukum ini kepada pihak yang berwenang yaitu pihak kepolisian."Tentu saja aparat hukum juga harus dapat menjadi pihak yang dapat dipercaya," tegasnya.

 

Seperti yang diketahui, sejumlah kasus belakangan ini yang santer diperbincangkan masyarakat khususnya dunia maya. Sebab adanya sepasang kekasih yang ditelanjangi bahkan dipukuli serta diarak warga karena dituduh telah berbuat mesum.Begitu juga kasus pencuri yang dipukuli hingga meninggal dunia. Padahal mereka yang mendapat pengadilan jalanan tersebut belum tentu benar telah melakukan kejahatan.(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Dua Begal Handphone Wanita Terkapar Dihajar Massa

Peristiwa

Tiga Pelaku Curanmor yang Tewas di Deli Serdang Terungkap

Peristiwa

Terungkap Kasus Mayat Dibuang di Jalan Seroja, Polisi Tangkap 3 Pembunuh Joel Hamdani

Peristiwa

Gagal Jambret Ponsel, Dua Pencuri Diamuk Massa di Pasar 7 Simpang Jodoh Tembung

Peristiwa

Driver Ojol Tewas Dibegal di Titi Sewa Percut, Pelaku Mati Diamuk Massa

Peristiwa

Perampok Diamuk Massa di Jalan Bawean, Polsek Medan Timur Amankan Pelaku