Beritasumut.com-Dit Pol Airud Polda Sumut menggelar Forum Koordinasi dan Komunikasi (FKK) Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Nelayan di Hotel Emerald Garden Medan, Selasa (21/11/2017). Acara bertema 'Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Sumatera Utara Guna Mendukung Kebijakan Pemerintah' ini turut menghadirkan Kakorpolairud Baharkam Polri yang diwakili oleh Irjen Pol Drs Satria Firdaus Maseo. Danlantamal Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto SE MSi, mewakili Kapolda Sumut Kombes Pol H Hery Subiansori SH MH MSi, Dir Polairud Baharkam Polri yang diwakili AKBP Julisa Subdit Gakkum Satgas 115 Polairud Mabes Polri, Kombes Pol Zainal Arifin Paliwang, Dirpolair Polda Sumut Kombes Pol Ir Syamsul Badar, serta Pejabat Utama Polda Sumut, para Kapolres pesisir Barat dan Timur, Para Pejabat Utama Lantamal serta Perwakilan Nelayan Sumut sekitar 50 orang. Narasumber FKK ini Asdep Keamanan dan Ketahanan Maritim, Drs Basilio Dias Araujo MA, yang menyampaikan materi berjudul 'Peran Kemenko Maritim untuk Mendukung Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Guna Tegaknya Kedaulatan Maritim dalam Rangka Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.' Mewakili Kominfo Maritim, dari Kampus IPB Dr Ir Indra Jaya yang mengkaji tentang 'Tinjauan Akademis Dampak dari Permen KP Nomor 71 tahun 2016 terhadap Kesejahteraan Pelaku Usaha Perikanan. Hadir pula Prof Saraf Wijaya (KKP) dengan materi tentang "Tantangan dalam Impelementasi Permen KP Nomor 71 tahun 2016 Terkait Pelarangan Alat Tangkap Pukat Hela dan Pukat Tarik Diseluruh WPPRI. Sementara sumber dari Ditpol Air Korpolairud Baharkam Polri tentang 'Fungsi dan Peranan Ditpolair' dalam penegakkan UU Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan UU Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Terakhir, narasumber dari TNI AL Asops Kasal tentang 'Peran TNI AL melalui Perberdayaan Nelayan sebagai Bagian Potensi Maritim dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Perbatasan Laut Republik Indonsia, Prof Rita Dalimunthe (USU) dan Bapak Prayudi (Dir Log KKP). Humas Poldasu, Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting menuturkan, FKK ini bertujuan untuk mempertemukan para pihak untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang strategi kemitraan, Kolaborasi dan kerjasama jaringan dalam isu terkait pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. "Diskusi ini juga akan memberi ruang bagi para nelayan untuk mendapatkan informasi dan kemungkinan kerjasama ke arah penguatan komunitas nelayan di masa yang akan datang," ujarnya. Rina menuturkan, kegiatan ini diikuti oleh 109 peserta yang terdiri dari instansi Pemerintah 34 orang, Polda Sumut 25 orang, Asosiasi Nelayan 15 orang, Perwakilan Nelayan 35 orang dari berbagai kalangan baik instansi baik pemerintahan, aktivis akademi, pelaku usaha di bidang perikanan dan Nelayan. "Selain itu diskusi ini juga akan memberi ruang bagi para peserta untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan dalam membangun kerjasama kearah penguatan komunitas maritim," pungkasnya. (BS04)