Beritasumut.com-Kawasan bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli kembali banjir, curah hujan yang tinggi telah merendam ratusan pemukiman warga disekitarnya. Untuk itu, warga yang terkena dampak banjir tersebut diingatkan supaya mewaspadai penyakit yang ditimbulkannya, terutama pasca air telah surut. Dokter spesialis penyakit tropik dan infeksi DR dr Umar Zein, DTM&H mengatakan, dampak yang paling rawan dialami oleh masyarakat terkena banjir ialah ganguan kulit dan diare. Namun untuk pasca banjir, kata dia, adalah resiko dari ancaman penyakit leptospirosis. "Itu suatu penyakit yang berhubungan dengan lingkungan pada saat banjir. Penyakit ini sangat berbahaya, cuma munculnya ketika pasca banjir, karena masa inkubasi," ungkapnya, Rabu (08/11/2017). dr Umar Zein mengungkapkan, Leptospirosis merupakan suatu penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus. Sebab air seni dari hewan pengerat itu mengandung bakteri, sehingga dapat menyebabkan demam yang mirip dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). "Karena tikus mengontaminasi air, sebab ia juga kebanjiran. Leptospirosis menular melalui kulit yang terluka. Walaupun kecil tapi kumannya bisa masuk ke aliran darah," jelasnya. Jadi, tutur Umar Zein, masyarakat harus mampu menjaga kebersihan tubuhnya kendati banjir telah surut. Selain itu ia juga mengimbau, agar masyarakat segera melapor ke Puskesmas ketika tubuhnya mengalami gangguan kesehatan. Dia juga mengharapkan, agar dilakukannya pemantauan dari Puskesmas setempat. Bila perlu, lanjut dia, supaya dibuatkan posko kesehatan bergerak seperti ambulan yang standby dilokasi, maksimal seminggu pasca banjir surut. "Banjir ini kan sudah setiap tahun terjadi. Jadi dari segi kesehatan, Dinas Kesehatan dan jajarannya, harus turun menangani kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang terkena dampak banjir itu," tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Usma Polita melalui Kabid P2P Masrita mengatakan, terkait banjir yang terjadi kawasan DAS Deli itu, pihaknya sudah menyiapkan pelayanan pada Puskesmas setempat. "Sehingga, apabila masyarakat terdampak banjir ada yang memiliki keluhan kesehatan, supaya dapat melaporkannya kesana. Begitupun, Dinas Kesehatan Kota Medan sejak terjadinya banjir tersebut juga telah mendirikan posko kesehatan di lokasi banjir. Hal ini guna memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan," bebernya. "Untuk banjir ini, kita memang mengantisipasi penyakit seperti diare, gangguan kulit, termasuk leptospirosis. Jadi kalau ada masyarakat yang pasca banjir mengalami gangguan kesehatan itu, supaya bisa segera melaporkannya," pungkasnya. (BS07)